Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Sportainment
Persik 2 vs 0 Madura FC

Persik Pastikan Lolos 8 Besar Grup Timur Liga 2

05 Oktober 2019, 13: 40: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

persik vs madura fc

PEMBUKA: Iqmal Nur Samsu saat mencetak gol dari titik putih di menit ke-11. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri –Persik Kediri akhirnya memastikan sebagai tim pertama di Grup Timur  Liga 2 yang lolos ke 8 besar. Ini menyusul kemenangan 2-0 atas Madura FC di Stadion Brawijaya, Kota Kediri kemarin sore. Dengan kepastian tersebut, arsitek Budiardjo Thalib kini mengincar juara grup. “Kami ingin aman di puncak. Jadi juara grup,” ujarnya usai pertandingan kemarin.

Ambisi itu memang tidak mengada-ngada. Pasalnya, saat ini Macan Putih sudah mengantongi 33 poin. Mereka unggul tiga poin dari Mitra Kukar di posisi kedua. Kemarin, Naga Mekes –julukan Mitra Kukar – mendapat tambahan poin setelah mengalahkan PSBS Biak 1-0.

Sedangkan, Martapura dan Persis Solo yang berada di empat besar sama-sama menelan kekalahan di pekan 18 kemarin. Karena itulah, menyisakan satu laga tersisa melawan Sulut United, peluang Persik untuk memuncaki klasemen terbuka lebar. Apalagi dengan menjadi juara grup akan menambah kepercayaan diri pemain. “Tapi kami tidak ingin pilih-pilih lawan nanti (8 besar),” ungkap pria asal Makassar ini.

persik kediri

PENENTU: Wimba Sutan (paling kiri) saat merayakan golnya ke gawang Madura FC bersama pemain lainnya. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Di pertandingan kemarin, Persik sudah unggul melalui tendangan penalti yang dieksekusi Iqmal Nur Samsu di menit ke-11. Hukuman itu diberikan setelah pemain belakang Madura FC menyentuh bola hasil tendangan Galih Akbar.

Setelah itu, Faris Aditama lebih menguasai permainan sepanjang babak pertama. Usai turun minum, Persik sebenarnya sempat kewalahan menghadapi serangan Madura FC. Namun, kecerdikan dalam menyusun serangan balik akhirnya membuat Wimba Sutan memperbesar keunggulan di menit ke-79.

Gol itu berawal dari umpan tarik dari sisi kanan yang dilepas Iqmal. Bek Madura FC gagal mengantisipasinya. Dengan tenang, pemain nomor punggung 27 itu menendang bola tanpa kawalan.

Budi mengungkapkan, kunci kemenangan timnya adalah pergeseran pemain di babak kedua. Dia memasukkan dua striker dan mendorong pemain tengah agak maju. “Kami sempat kesulitan. Tapi saya bisa membaca permainan Madura,” paparnya.

Atas hasil tersebut, Budi juga memuji permainan Obet Choiri. Menggantikan peran Risna yang absen karena akumulasi kartu, Obet mampu mengoordinasi lini pertahanan dengan apik. “Dia yang memecah kebuntuan pemain kami. Obet punya peran penting di belakang,” urainya.

Sementara itu, Pelatih Madura FC Agus Yuwono mengaku, kecewa dengan kekalahan timnya. Menurutnya, banyak pemain yang terbawa emosi. Sehingga rencana permainan tidak berjalan. “Pemain saya emosi,” imbuh pelaih yang pernah menukangi Persis ini.

Tidak hanya emosi yang menjadi evaluasi. Agus juga mencatat, beberapa pemainnya tidak mematuhi instruksi di lapangan. Akibatnya, permainan Laskar Jokotole –julukan Madura FC- kurang gereget.

Di luar itu, Agus juga menyayangkan ‘teror’ yang dilakukan beberapa orang di depan hotel tempat pemain menginap, Kamis malam (3/9). Tidak hanya meneriaki nama pemain, mereka juga menyalakan mercon.

“Beberapa pemain kami akhirnya down mentalnya. Seharusnya kalau suporter berada di lapangan. Bukan di luar (stadion),” katanya.      

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia