Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Upaya Ndalem Dewobroto Lestarikan Tradisi Janur Penjor

Undang Seniman untuk Rumuskan Kriteria Lomba

02 Oktober 2019, 15: 57: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

penjor

PUNYA FILOSOFI: Warga memasang janur penjor di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Kediri, kemarin. Hiasan ini dilombakan dan didukung Keraton Surakarta. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Mulai pudarnya tradisi dan budaya Jawa membuat penggiat sejarah di Kota Kediri prihatin. Salah satunya adalah penggunaan janur penjor di acara pernikahan. Ndalem Dewobroto berusaha melestarikannya.

 

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kota, JP Radar Kediri

Sinar matahari yang mulai meredup sore itu membuat Jalan Cut Nyak Dien, Kota Kediri, tampak lebih teduh. Terlebih, suasana di jalan tersebut berbeda seperti biasanya, bak ada acara resepsi pernikahan. Sejumlah janur penjor menjulang, tampak rapi, indah, menghiasi jalan yang terletak di tengah kota itu.

Beberapa orang tampak berswafoto di antara lengkungan janur yang menjulang. “Janur-janur ini kami lombakan,” ujar KRAT Bimo Dewobroto Hadiningrat, panitia penyelenggara kontes tersebut.

Memang, di bagian bawah janur ada nomor terpasang. Menandakan janur-janur itu selesai dibuat untuk perlombaan. Munculnya ide lomba janur penjor ini berawal dari keprihatinannya pada tradisi yang semakin hilang.

Awalnya, Bimo terenyuh karena setiap melihat resepsi pernikahan, khususnya di daerah Kediri, sudah mulai pudar budaya penggunaan janur penjor. Menurutnya masih ada beberapa, namun rata-rata mereka yang dari kalangan menengah keatas. Padahal, Bimo menyebut, banyak filosofi terkandung di dalamnya.

“Memang itu hanya sekadar janur melengkung, tapi inilah budaya sebenarnya orang jawa,” tuturnya sedikit berkaca-kaca.

Bimo memang merasakan semakin sedikit masyarakat yang masih menggunakan penjor dalam acara pernikahan. Dan itulah yang membuatnya ingin mempertahankan tradisi tersebut. Salah satunya dengan lomba yang digelarnya. Bahkan lomba ini didukung Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta.

Setidaknya dengan hal itu bisa membuat masyarakat kembali menyadari akan pentingnya pelestarian budaya. Kembali memiliki semangat mempertahankan tradisi yang kini mulai ditinggalkan. “Saya buat kontes dan ini juga mendapat support dari bapak wali kota,” imbuhnya.

Bentuk dukungan dari keraton adalah pemenang dari juara 1 hingga harapan dua mendapat sertifikat langsung dari keraton. Menurut Bimo, hal itu merupakan partisoro. Ada dua abjad, yakni latin dan aksara Jawa. “Selain budaya penjor ini, juga mengenalkan bahwa kita masih punya budaya aksara Jawa,” katanya.

Lomba yang diadakan Ndalem Dewobroto didukung Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri (PASAK) ini baru kali pertama digelar. Bahkan juga merupakan pembuatan janur penjor kali pertama dilombakan di Pulau Jawa. “Dulu di Borobudur pernah, itu merupakan festival. Dan di sini kami beranikan diri untuk dikonteskan,” paparnya.

Sementara di Pulau Bali sudah menjadi agenda rutin untuk acara lomba. Inilah yang membuat Bimo berinisiatif mengadakannya di Jawa. Yang selama ini sama-sama memiliki tradisi hampir serupa. “Di sini banyak potensi teman-teman yang bisa membuat janur penjor,” ungkapnya.

Sejumlah kriteria menjadi pertimbangan penilaian. Yakni kreasi, kerapian dan kebersihan. Dalam penentuan kriteria lomba itu, Bimo awalnya kesulitan. Dia mengundang sejumlah seniman, budayawan dan akademisi untuk merumuskan indikator. “Ya karena baru pertama, jadi awalnya kesulitan menentukan kriteria apa saja,” akunya.

Tahun ini, masih empat papah janur yang digunakan. Ke depan, ia ingin masuk kelas yang lebih tinggi. Yakni kelas B, empat hingga tujuh papah. Tentu agar hasil janur penjor semakin bagus dan meriah.

Bimo berharap, dengan ini penjor bisa tetap lestari. “Apa yang sudah diturunkan leluhur itu tidak ada yang tidak baik. Pasti semuanya baik, termasuk tradisi ini. Bahkan setiap tradisi pasti mengandung filosofi cara bermasyarakat yang baik,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia