Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persatu Tuban 2 Vs 1 Persik Kediri

Main di Bumi Wali, Persik Kediri Kalah dari Juru Kunci

01 Oktober 2019, 18: 11: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

persatu vs persik

TAKLUK: Pemain Persik Fahad Abdullah (kanan) dalam pertandingan melawan Persatu Tuban kemarin. (Canggih Putranto/Radar Tuban for radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pelatih Budiardjo Thalib benar-benar kecewa. Menyusul kegagalan tim yang dia arsiteki membawa pulang poin dari kandang Persatu Tuban. Dia pun mencari kambing hitam atas hasil buruk itu. Dengan menyalahkan wasit yang memimpin pertandingan.

Sumber kekesalan Budiardjo itu adalah gol kedua Persatu. Gol itu dicetak dari tendangan penalti. Dan penalti itu didapat Persik di pengujung laga. Hal yang membuat pelatih asal Makassar itu muntab.

“Wasit tidak beres,” sungutnya usai pertandingan.

Gol dari Mamadou Lamarana Diallo itu membawa Laskar Ronggolawe –julukan Persatu- unggul 2-1 dalam pertandingan di Stadion Bumi Wali Tuban. Dengan kekalahan tersebut, Persik sebenarnya masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 Indonesia dengan 30 poin. Terpaut tiga poin dari Mitra Kukar di posisi kedua.

Namun, kalah menjelang bubaran, menurut Budi sangat menyakitkan. Apalagi gol penalti tersebut sangat kontroversial. “Ini siaran langsung (televisi) lho. Berani sekali wasit memimpin seperti itu,” ucap Budi kesal.

Menurutnya, pertandingan berlangsung seru. Baik Persik maupun Persatu saling jual beli serangan. Meskipun di babak pertama, dia mengakui skuadnya sedikit kewalahan meladeni permaian cepat Persatu. Apalagi, sejak menit ke-30, Macan Putih harus kehilangan bek muda Risna Prahalabenta karena menerima dua kali kartu kuning.

Keluarnya pemain nomor punggung 2 itu membuat skuad Persatu Tuban lebih banyak menciptakan peluang.  Hanya saja, kesempatan tersebut terbuang sia-sia. Bermain dengan 10 pemain, Persik tampil lebih bagus setelah turun minum. Justru, mereka memimpin lebih dulu.

Gol diciptakan Ady Eko di menit ke-67. Ady dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Bola tersebut bermula dari tendangan Faris Aditama dari sisi kiri yang gagal ditangkap Rully Desrian. Selang 10 menit, Persatu bisa menyamakan kedudukan lewat kaki Fajar Ramadhan Ginting.

Harapan bisa membawa satu angka itu pun buyar di menit ke-89. Edo Febriyansah yang bermaksud membuang bola malah mengenai kaki pemain depan Persatu Muhammad Rais. Setelah Rais terjatuh, Untung, wasit asal Jakarta tidak ragu menunjuk titik putih.

Keputusan tersebut diprotes pemain dan ofisial. Bahkan, mereka sempat tidak mau melanjutkan pertandingan. “Kalian lihat sendiri. Itu bukan penalti, malah dikasih penalti,” ungkap Budi.

Budi mengaku, hukuman penalti itu membuat mental pemainnya jatuh. Padahal, tanpa gol tersebut, Budi mengaku, Persatu kesulitan membobol gawang timnya. “Kami terbiasa bermain dengan 10 pemain. Persatu tidak mungkin bikin gol. Tapi semua buyar,” keluhnya.

Sementara itu arsitek Persatu Bambang Sumantri enggan mengomentari gol penalti buat timnya. Yang jelas, dia sangat bersyukur Persatu bisa menambah tiga poin di kandang. “Saya tidak mau komentar soal itu (gol penalti),” kata Bambang.

Dia mengatakan, pemainnya sudah bekerja keras sore kemarin. Karena itu, hasil itu pantas didapatkan. Bahkan, kalau saja pemainnya lebih tenang, Persatu seharusnya bisa membuat lebih dari gol. “Banyak peluang. Pemain kurang tenang,” ujarnya.

Persatu kini mengumpulkan 17 poin. Meski belum bisa beranjak dari posisi buncit, mereka masih memiliki empat laga. Karena itu, Bambang meminta pemainnya tidak jemawa setelah mengalahkan pemuncak klasemen.

“Kami harus fokus ke pertandingan berikutnya supaya terhindar dari degradasi. Terdekat melawan Mitra Kukar di Tuban,” ucapnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia