Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengedar Pil Koplo Dibekuk Saat Cangkruk di Jatikalen

30 September 2019, 21: 09: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Pil koplo

DIAMANKAN: Tersangka yang kedapatan membawa pil koplo di Jatikalen.

Share this          

JATIKALEN, JP Radar Nganjuk- Peredaran obat keras jenis dobel L semakin meluas. Tidak hanya di kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten lain, kini pil koplo itu sudah menyasar di pelosok desa. Setelah di Kecamatan Sawahan, pengedar pil koplo juga berasal dari Desa Pleset, Kecamatan Jatikalen.   

    Pada Jumat (27/9) lalu sekitar pukul 20.45, Satresnarkoba Polres Nganjuk membekuk Suko Binarianto, 31, asal Desa Begedeng, Kecamatan Jatikalen. Dia digelandang ke sel tahanan Polres Nganjuk setelah kedapatan mengedarkan pil koplo sebanyak empat ribu butir. Menurut Kasatresnarkoba Polres Nganjuk, Iptu Pujo Santoso, pelaku dibekuk saat berada di warung Desa Pleset, Jatikalen.

    “Tersangka baru saja transaksi dan cangkruk bersama dengan temannya,” kata Iptu Pujo. Pada saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapat barang bukti sebanyak empat ribu butir pil koplo yang dimasukan ke dalam kantong kresek dan di kantong jaket. 

    Disampaikan Pujo, pelaku merupakan target operasi. Dia sudah masuk pantauan Satresnarkoba sejak satu bulan terakhir. Ketika ada info tersangka sedang bertransaksi, polisi langsung bergerak cepat. Setelah lama masuk pantauan Satresnarkoba, Pujo kemudian mengambil tindakan represif. Suko dibekuk ketika selesai bertransaksi. 

“Pelaku (Suko, Red) merupakan pengedar yang sudah lama menjual pil dobel L,” ucap Pujo. Ia selalu mendapatkan barangnya dengan sistem ranjau. 

      Keterangan kepada polisi, Suko mengaku dirinya mengambil barang tersebut dari Em asal Kediri. Lebih mengejutkan, barang yang dipegang tersangka ini diduga dikendalikan dari dalam Lapas. “Barangnya dikendalikan dari dalam (Lapas, Red),” katanya. Iptu Pujo berusaha untuk membongkar jaringannya karena peredaran pil koplo ini sudah terlalu luas. 

    Hingga kemarin, polisi belum bisa membongkar jaringan peredaran pil koplo ini sampai ke tingkat bandarnya. Diperkirakan, semua obat LL yang beredar di kalangan pelajar dan pemuda desa di Kabupaten Nganjuk ini berasal dari daerah luar. “Terbesar kita ungkap, barang berasal dari Jakarta,” ucap Pujo. 

    Selain itu, barang juga banyak dari Madiun, Kediri dan Surabaya. Bagi Pujo, sebagai daerah perlintasan menjadikan wilayah ini menjadi sasaran para bandar.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia