Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Kiai Kafabihi Mahrus Terpilih Lagi secara Aklamasi Jadi Ketua MUI

30 September 2019, 18: 54: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

ABDULLAH KAFABIHI MAHRUS

ABDULLAH KAFABIHI MAHRUS (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus kembali memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri periode 2019-2024. Kemarin (29/9), dalam musyawarah pemilihan di IAIN Kediri, salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo itu terpilih secara aklamasi.

Sebelumnya, Kafabihi sudah menggawangi MUI Kota Kediri selama dua periode. Yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019. “Ini yang akan ketiga kalinya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dengan rendah hati, Kafa mengaku, tidak tahu alasan formatur memilihnya kembali di MUI. Yang pasti, dari sembilan anggota formatur, semua sepakat untuk menjadikannya nakhoda MUI lima tahun ke depan. “Saya kurang tahu alasannya. Bisa ditanyakan langsung ke teman-teman,” ungkapnya.

Untuk diketahui, musyawarah pemilihan ketua MUI kemarin digelar di kampus IAIN Kediri, Jl Sunan Ampel, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota. Kiai Kafa merupakan satu-satunya calon yang diusung menjadi ketua. Karena itu, secara aklamasi, dia dipilih sembilan anggota formatur. Setelah pemilihan, musyawarah yang dimulai pukul 12.00 itu berakhir sekitar pukul 13.30.

Dengan amanah tersebut, Kafa mengatakan, akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk kepengurusan baru. “Ya kita bentuk dulu kepengurusan di MUI (Kota Kediri),” ungkap kiai kelahiran Kediri, 2 September 1960 ini.

Sebagai lembaga independen, Kafa mengungkapkan, MUI Kota Kediri bakal menyusun beberapa program kerja. Salah satunya, MUI secara konsisten akan ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Baik di eksekutif maupun legislatif.

Tidak hanya itu. Putra dari Kiai Mahrus Aly ini juga terus mengimbau masyarakat Kota Kediri agar hidup rukun. Selama ini, Kafa menilai, kehidupan keberagamaan di Kota Tahu sangat kondusif. “Itu yang terus kita imbau ke masyarakat,” tuturnya.

Melalui program-program tersebut, Kafa berharap, kerukunan antarumat beragama di Kota Kediri semakin baik. Sehingga, tidak ada gesekan horizontal. Baik yang bersifat individu maupun kelompok. “Kalau perlu kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia