Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Alokasikan Setengah Miliar Rupiah untuk untuk Jembatan Lama Kediri

28 September 2019, 19: 47: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan lama kediri

BERSEJARAH: Pengendara motor melewati Jembatan Lama Kediri. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pemkot langsung merespons setelah jembatan lama Brawijaya terbakar pada Senin lalu (23/9). Bulan depan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri akan melakukan pemeliharaan jembatan peninggalan kolonial itu. Mereka mengganti lantai dan trotoar jembatan yang sudah lapuk.

          Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartikasari mengatakan, di APBD 2019 pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah. Alokasinya untuk pemeliharaan jembatan di Kota Tahu. “Jadi anggaran bukan hanya untuk (jembatan lama) Brawijaya tetapi jembatan lain,” kata Endang kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Beberapa jembatan yang membutuhkan perawatan adalah jembatan di Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Untuk jembatan tersebut, Dinas PUPR akan memasang groundsill (ambang dasar sungai). “Sebagai penahan ketika ada arus besar,” ungkapnya.

          Adapun di jembatan lama, pemeliharaan meliputi penggantian kayu lantai dan trotoar jembatan. Endang menyebut, jembatan lama menggunakan jenis kayu balau. “Lantai jembatan sudah lama tidak diganti,” ungkap mantan kabid kebersihan dinas lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan (DLHKP) Kota Kediri ini.

          Endang mengungkapkan, pekerjaan pemeliharaan akan dimulai bulan depan. Sebenarnya, sebelum peristiwa kebakaran, dinasnya sudah merencanakan perawatan jembatan. Namun sejumlah event di Kota Kediri membuat pekerjaan tertunda. “Ada HUT Kota Kediri dan Agustusan. Akhirnya baru bulan depan dikerjakan,” ungkapnya.

          Dia menerangkan, lantai jembatan akan diganti seluruhnya. Sementara trotoar jembatan yang terletak di sisi utara dan selatan hanya diganti di beberapa spot saja. Pasalnya, penggantian trotoar bersifat insidental. “Setiap tahun selalu diganti. Terutama yang lapuk,” ujarnya.

          Untuk diketahui, jembatan lama Brawijaya kembali terbakar empat hari lalu. Lokasinya berada di trotoar jembatan di sisi selatan sebelah timur. Petugas pemadam kebakaran (PMK) Kota Kediri yang melakukan pemadaman menduga pemicu kebakaran karena ada puntung rokok yang dibuang.

          Karena kondisi kayu kering ditambah musim kemarau panjang membuat api lebih mudah muncul. Beruntung, sebelum PMK datang, warga setempat berinisiatif memadamkan si jago merah.

          Endang melanjutkan, anggaran pemeliharaan untuk jembatan lama memang tidak besar. Sebab, sebagai salah satu warisan cagar budaya, pihaknya tidak bisa melakukan renovasi besar-besaran. Setiap tahun, anggarannya rata-rata sekitar Rp 500 juta. “Kami anggarkan rutin pemeliharaan jembatan setiap tahun,” kata perempuan asal Tuban ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia