Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Zaenal Afandi Terpilih Jadi Rektor UNP Kediri

28 September 2019, 14: 23: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

logo UNP Kediri

logo UNP Kediri

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Zainal Afandi, akhirnya, terpilih sebagai rektor Universitas Nusantara PGRI (UNP). Doktor di bidang sejarah tersebut menyisihkan dua kandidat lainnya, M. Anas dan Samari. Sekaligus akan memimpin perguruan tinggi swasta tersebut hingga 2023 mendatang.

Pemilihan Zainal berlangsung Senin (23/9) lalu. Yayasan yang menaungi UNP, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI, memutuskan untuk menugasi lelaki yang saat ini adalah wakil rektor (warek) I tersebut. Pelantikan Zainal sendiri  rencananya akan berlangsung bulan depan.

“Kami sudah  memilih Pak Zainal,” aku Profesor Sugiono, pembina YPLP PT PGRI saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Sugiono mengungkapkan, pemilihan rektor baru di tingkat yayasan dilakukan melalui dua sesi. Tahapan tersebut digelar pada hari Senin itu. Untuk sesi pertama, ada wawancara dan tanya jawab. Adapun sesi kedua, tahap pemilihan dari anggota yayasan. “Ada sembilan orang organ yayasan yang menilai,” ungkapnya.

Dia menerangkan, setiap anggota yayasan melakukan interview terhadap tiga calon. Selain Zainal Afandi, dua calon lain adalah Dr M. Anas, kepala prodi pendidikan ekonomi (PE), dan Dr Samari, dosen prodi PE sekaligus rektor UNP Kediri 2007-2015.

Usai tahap tersebut, kata Sugiono, sembilan orang menilai masing-masing calon. Setelah direkap, Zainal mendapatkan nilai tertinggi dibanding Anas dan Samari. “Hari itu juga kami menentukan rektor baru,” kata pria asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto ini.

Lebih jauh Sugiono mengatakan, pelantikan dan pengukuhan rektor baru akan dilakukan pada 15 Oktober nanti. Dengan pelantikan tersebut, Zainal secara resmi menggantikan Dr Sulistiono. Masa jabatan rektor lama akan berakhir pada 14 Oktober. “Sekarang (Sulistiono) masih menjabat. Pak Sulis juga akan memimpin wisuda 5 Oktober,” ungkapnya.

Namun, sebelum pelantikan, kata Sugiono, pihaknya akan menyampaikan izin ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim). Setelah itu, yayasan baru menyerahkan rekomendasi ke pengurus PGRI Jatim. “Karena Pak Zainal PNS (pegawai negeri sipil, Red), jadi harus ke LL Dikti. Nanti SK (surat keputusan, Red) turun dari pengurus,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelum muncul tiga nama, ada lima bakal calon (balon) yang lolos verifikasi. Dari pemaparan visi misi di depan senat, dua orang tidak lolos ke tahap berikutnya.  Mereka adalah Dr Atrup, kepala program studi (prodi) pascasarjana pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi (penjaskesrek), dan Dr Ichsanudin, dosen prodi PE.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia