Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Bantuan Pangan Nontunai: Ada Yang ATM-nya Digadaikan

27 September 2019, 15: 20: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

bantuan pangan nontunai

JATAH: Beras kemasan 5 kilogram untuk program BNPTD di Kelurahan Campurejo, Mojoroto, Kota Kediri. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Tidak semua warga kurang mampu di Kota Kediri bisa menerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Tahun ini, dari kuota sekitar 12 ribu jiwa, ada lebih dari 2.500 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak mendapatakannya. Pemicunya beragam. Salah satunya kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang rusak.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Triyono Kutut mengatakan, total kuota BPNT tahun ini sebanyak 12.688 KPM. Namun dari kuota, ada sebanyak 2.531 KPM yang tidak bisa menerima bantuan program pengganti beras kesejahteraan (rastra) dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu.

“Penerimanya tidak sesuai kuota,” kata Kutut kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Kutut mengungkapkan, penyebab KPM tidak bisa menerima BPNT itu beragam. Selain ATM rusak, ada yang nomor induk kependudukan (NIK)-nya tak valid. Jumlah kasus semacam itu mencapai 1.023 KPM. “Setelah (NIK) kami input, ternyata tidak valid,” ungkapnya.

Selain itu, ada pula KPM yang melaporkan kehilangan kartu ATM. Adapun penyebab lainnya adalah selama tiga bulan berturut-turut, kartu tidak pernah digunakan. “Ada laporan juga yang kartunya digadaikan,” ujar mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri ini.

Kutut menerangkan, sebagian penerima KPM adalah warga lanjut usia (lansia). Setelah ada perubahan rastra menjadi penyaluran nontunai, setiap KPM wajib memegang kartu ATM. “Terkadang ada yang tidak paham dengan penggunaan kartu,” katanya.

Karena itulah, sebagian yang tidak paham, kartu sebenarnya tidak sengaja dirusak. Justru mereka berusaha agar kartu tidak hilang. Hanya saja caranya yang salah. Pasalnya, mereka melubangi kartu dengan jarum peniti. “Maksudnya supaya tidak hilang. Tetapi malah jadi rusak,” ujar Kutut.

Dia mengatakan, untuk mengganti kartu baru memang tidak lama. Namun sebelumnya kartu harus terhubung dengan e-wallet di bank. ”Itu yang membuat lama,” katanya.

Lebih jauh Kutut mengatakan, dinsos terus berupaya semua KPM yang masuk kuota bisa menerima BPNT setiap bulannya. Karena itulah, setiap masalah yang dialami selalu diupayakan untuk diselesaikan. Tetapi terkadang kendalanya semua pendataan ada di pusat. “Seperti misalnya NIK tidak valid. Itu juga terjadi di kota (kabupaten) lain,” ujarnya.

Untuk kartu rusak atau hilang, Kutut meminta KPM bisa menjaganya. Dinsos juga melakukan pendampingan ke setiap KPM. Sehingga kartu tidak hilang, apalagi sampai digadaikan. Pihaknya juga mengingatkan agar kartu selalu digunakan. Minimal untuk mengecek saldo. Sebab, setelah tiga bulan kartu tidak dipakai, pemerintah pusat bisa saja menganggap KPM tidak aktif.

Untuk diketahui, BPNT disalurkan setiap sebulan sekali. Transfer dilakukan setiap tanggal 10 awal bulan. Biasanya, di Kota Kediri, KPM mulai membelanjakan bantuan tersebut pada tanggal 25. Masing-masing KPM menerima Rp 110 ribu.

Sebenarnya selain BPNT dari Pusat, dinsos juga menyalurkan BPNT daerah (BPNTD) yang bersumber dari APBD Kota Kediri. Setiap bulan, mereka mendapat Rp 120 ribu yang bisa ditukarkan dengan telur dan beras.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia