Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Sapi Kembali, Pemilik Beri Kapolres Tumpeng

25 September 2019, 15: 00: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

pencurian sapi

SERAHKAN: Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal berbincang dengan Suparman, pemilik sapi yang dicuri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Suparman, 75, menyerahkan tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya kepada Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Itu dia lakukan setelah sapi miliknya bisa kembali ke tangannya. Warga Desun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah ini mewujudkan syukurnya dengan cara seperti itu.

Ya, pemberian tumpeng itu dilakukan Suparman karena kapolres menyerahkan kembali sapinya tersebut. Menyusul sudah tertangkapnya si pencuri. Kemarin, si pencuri itu dipamerkan kepada awak media oleh polisi.

“Ini sudah menjadi tugas kami,” kata Roni sembari menjabat tangan Suparman usai menyerahkan sapi sekaligus menerima tumpeng dari si pemilik.

Press release kemarin berlangsung di halaman belakang Mapolres Kediri. Tiga ekor sapi yang telah dicuri oleh Tohari, 45, yang juga tetangga Suparman, dikembalikan kepada pemiliknya. Selain milik Suparman, seekor sapi lainnya adalah milik Mujiyana, yang juga masih tetangganya.

“Penangkapan tersangka merupakan respon cepat dari kami pihak kepolisian,” terang Roni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tohari melarikan tiga ekor sapi milik tetangganya. Lelaki tersebut kemudian ditangkap polisi pada 20 September 2019.

Uniknya, Tohari tetap kukuh tak melakukan pencurian. Dia berdalih hanya memindahkan sapi-sapi tersebut. “Saya hanya memindahkan sapi tersebut,” dalih Tohari di hadapan awak media.

Pembelaan Tohari itu tentu saja tak diterima oleh polisi. Menurut Roni, meskipun hanya memindahkan dia tetap dapat dijerat pidana. Sebab melakukannya tanpa izin pemilik sapi. Dan itu merupakan satu tindak pencurian. Meskipun tiga ekor sapi itu akhirnya belum sempat dia jual.

Pada akhirnya, Tohari pun mengatakan alasan dia ‘memindahkan’ sapi tetangganya itu. Alasan itu keluar setelah Kapolres Roni bertanya, “Apa alasanmu melakukan pencurian?”

Menjawab pertanyaan tersebut Tohari mengaku memiliki utang hingga Rp 100 Juta kepada renternir. Sebagai blantik (penjual) sapi, ia tidak mendapatkan keuntungan. Akibat hal tersebut, ia kemudian nekat melakukan pencurian.

Tiga ekor sapi yang berhasil dipindahkan ke kandangnya itu, menurut pengakuan Tohari, memang akan dijualnya. Namun, belum sempat dia tawarkan sudah tertangkap polisi.

“Semula kami mendapatkan laporan, bahwa ada kasus kehilangan sapi,” imbuh Roni.

Ketiga sapi tersebut ‘menghilang’ secara bersamaan. Setelah dilakukan olah TKP dan dilakukan penyelidikan, petugas mengantongi nama Tohari sebagai tersangka.

Akibat perbuatannya tersebut, Tohari telah melanggar Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tutur Roni.

Untuk diketahui, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 19 September 2019. Sekitar pukul 18.30 WIB, Tohari mengambil sapi milik Mujiyana dan Suparman dengan cara melepas tali kekang. Setelah tali terlepas, Tohari membawa sapi tersebut dengan cara menuntun. Satu per satu sapi tersebut dipindahkan ke kandang miliknya. Setelah semua sapi terpindah, Tohari meminjam pikap kepada Kasmanudin. Pikap itu digunakan untuk mengangkut sapi yang akan dijual.

Sekitar pukul 19.00 WIB Kasmanudin datang dengan membawa pikap. Kemudian tiga ekor sapi dinaikkan ke bak pikap bernopol AG 9811 GD. Namun, karena belum ada pembeli dia menitipkan dulu sapi itu ke Januri, yang masih juga satu desa.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia