Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jembatan Lama Brawijaya Terbakar karena Puntung Rokok

24 September 2019, 14: 27: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan lama terbakar

SEMPROT AIR: Petugas dari PMK Kota Kediri menyemprotkan air dari selang ke titik api yang membakar salah satu bagian Jembatan Lama, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Setelah ditutup sejak akhir 2018, Jembatan Lama Brawijaya Kota Kediri kembali terbakar. Api diduga berasal puntung rokok yang dibuang. Sebab, kondisi kayu sangat kering saat musim kemarau panjang seperti sekarang.

          Kepulan asap itu diketahui kali pertama oleh warga setempat. Tepatnya di sisi timur jembatan sebelah selatan. Sebelum api menjadi besar, masyarakat bernisiatif untuk memadamkan si jago merah dengan air dalam baskom. Meski demikian, warga tetap menghubungi petugas pemadam kebakaran (PMK) Kota Kediri.

          Selang 15 menit, satu unit mobil PMK datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Walaupun sudah padam, petugas tetap berupaya menyemprotkan air ke kayu yang terbakar. “Kami sengaja basahi agar tidak muncul api lagi,” kata Hariyadi, salah satu petugas PMK Kota Kediri di lokasi kejadian kemarin.

          Dia memperkirakan, api berasal dari puntung rokok yang dibuang. Hal itu yang selalu menyebabkan kayu jembatan lama terbakar. “Kalau hanya panas saja tidak mungkin. Karena tidak ada gesekan (kayu). Biasanya dari rokok,” ungkap Hariyadi.

          Di musim kemarau panjang seperti ini, lanjut dia, kayu jembatan menjadi sangat kering. Karena itu, percikan api saja sudah bisa membuat terbakar. “Seringnya memang di musim kemarau,” ungkanya.

          Dia mengungkapkan, kejadian kebakaran jembatan lama baru kali pertama terjadi tahun ini. Itu setelah jembatan baru di sisi utaranya dibuka untuk umum pada akhir Desember 2018. “Sebelum ini (2019), tidak ada kejadiannya,” ujar Hariyadi.

          Namun tahun lalu, PMK mencatat, kebakaran di jembatan lama sudah terjadi sebanyak tiga kali. Lokasi titiknya berpindah-pindah. Sementara pemicunya rata-rata sama, yakni puntung rokok yang dibuang ke jembatan.

          Agar kejadian yang sama tidak terulang, Hariyadi meminta masyarakat tidak membuang rokok di jembatan. Selain mengotoring sungai Brantas di bawahnya, puntung rokok juga menjadi penyebab kebakaran. “Jangan dibuang di jembatan. Ini sudah terjadi berkali-kali,” ujarnya.

          Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah memasang larangan membuang puntung di jembatan. Tetapi ternyata banyak yang mengindahkan larangan tersebut. “Kalau dirasa kurang besar, akan kami besarkan (pengumuman larangan),” kata Nur.

          Sebab, menurutnya, jembatan lama Brawijaya bukan jembatan biasa. Saat ini tim ahli cagar budaya tengah mengusulkan jembatan yang dibangun satu abad lalu menjadi cagar budaya nasional di Kediri. “Jadi mari kita jaga bersama-sama. Itu jembatan bersejarah,” ungkapnya.

 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia