Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik Kediri 2 vs 0 Mitra Kukar

Lagi! Wimba Sutan Jadi Penyelamat Persik Kediri

24 September 2019, 14: 23: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

persik vs mitra kukar

SUPERSUB: Wimba usai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Bukan Septian Satria Bagaskara tetapi Wimba Sutan. Ya, masuk sebagai pemain pengganti, Wimba menjadi kunci kemenangan Persik atas Mitra Kukar kemarin. Dua golnya di babak kedua semakin mengukuhkan posisi Macan Putih di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 Indonesia.

Ribuan Persikmania di Stadion Brawijaya harus berterimakasih kepada Wimba. Sebab, sebelum pemain nomor punggung 27 itu masuk ke lapangan, Persik sempat keteteran di babak partama. Mitra yang dihuni sejumlah pemain Liga 1 mampu mengontrol permainan.

Tercatat, sundulan Bagas merupakan satu-satunya peluang Persik di menit awal. Sayangnya, bola masih membentur mistar gawang. Setelah itu, praktis Naga Mekes - julukan Mitra - yang menguasai pertandingan. “Kami masukkan dua striker di babak kedua. Dan minta anak-anak tampil lebih menekan,” kata arsitek Persik Budiardjo Thalib.

Selain Wimba yang masuk di menit ke-49 menggantikan Bagas, pelatih asal Makassar itu juga memasukkan Sandrian di menit ke-76. Masuknya dua pemain itu langsung mengubah permainan. Apalagi fisik sejumlah pemain Mitra mulai kedodoran di 15 menit terakhir.

Serangan cepat dari tengah yang dialirkan ke kanan lewat kaki Edo Febriansyah akhirnya berujung gol pertama. Umpan tarik Edo di menit ke-75 dengan cerdik disambut Wimba dengan sundulan kepalanya. Setelah gol pembuka, serangan Persik semakin tak terbendung.

Peluang demi peluang berhasil diciptakan. Puncaknya, satu menit sebelum bubar. Wimba kembali menggetarkan gawang Mitra dengan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Gol tersebut sempat diprotes pemain Mitra dan pelatih Rafael Berges Marin. Pasalnya, setelah mengenai mistar dan mantul ke bawah, bola dianggap masih mengenai garis gawang. “Itu bukan gol,” kata Rafael usai pertandingan.

Di luar permainan Persik yang bagus, Rafael mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Begitu pula dengan gelandang gaek Arif Suyono. “Ya kita sama-sama tahu seperti apa tadi. Yang jelas kami juga bermain bagus. Pertandingan sangat menarik,” kata mantan pemain Arema ini.

Namun Budiardjo menanggapi santai gol kedua Wimba tersebut. Menurutya, bola sudah melebihi garis. “Itu gol yang sah,” kata Budi sembari menyebut pemainnya bermain bagus setelah turun minum.

Laga dua tim papan atas Grup Timur itu memang keras kemarin. Selain diwarnai aksi protes pelatih dan pemain Mitra, wasit Mansyur asal Jakarta juga mengeluarkan total 7 kartu kuning. Masing-masing empat untuk Persik dan tiga untuk Mitra.

Bahkan, akibat permainan keras, Bagas beberapa kali mengerang kesakitan. Karena itu, Budi menariknya di babak kedua. Akan tetapi pelatih memastikan pemain timnas U-23 itu tidak mengalami cedera. “Hanya memar. Di pertandingan berikutnya bisa main,” katanya.

Dengan tambahan tiga poin, Persik mengumpulkan 30 poin. Faris Aditama dkk menjauhi Mitra yang bertengger di posisi kedua dengan 26 poin. Di laga berikutnya, Persik optimistis bisa menyapu bersih angka. Apalagi, dari tiga laga tersisa, dua pertandingan di antaranya digelar di Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia