Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dana BOS: Pencairan Triwulan Keempat Diprediksi Akhir Tahun Ini

23 September 2019, 14: 54: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

dana bos sd dan smp kediri

DAPAT BANTUAN: Para siswa kelas V SDN Ngadirejo 1 Kota Kediri mengikuti kegiatan belajar di kelas. Tahun ini mereka mendapat alokasi dana BOS. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan keempat SD dan SMP diprediksi cair pada akhir tahun ini. Dibanding pencairan sebelumnya, sekolah bakal menerima lebih kecil. Sebab, penyalurannya mengacu jumlah siswa setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Ibnu Qoyim mengatakan, pencaiaran dana BOS triwulan (TW) IV mengacu pada jumlah siswa setelah PPDB 2019. Adapun tiga pencairan sebelumnya berdasar jumlah jumlah siswa pada 2018/2019.

Karena itulah, jumlahnya dipastikan tidak sama dengan pencairan sebelumnya. “Karena dana BOS berdasarkan jumlah siswa,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk diketahui, dana BOS dicairkan sebanyak empat kali. Untuk TW I, TW III, dan TW IV, masing-masing 20 persen. Selain itu, hanya TW II yang disalurkan sebesar 40 persen. Makanya jumlah pencairan dana BOS TW I dan TW III sama.

Sedangkan untuk pencairan TW IV, Ibnu mengungkapkan, dipastikan jumlahnya tidak sama dengan TW I dan III. Pasalnya, selain perubahan jumlah siswa, ada aturan baru jumlah pagu di SD.

“Jadi kemungkinan dana BOS (triwulan empat) lebih kecil di SD,” kata pria yang pernah berdinas di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri ini.

Pada PPDB 2019, Ibnu menerangkan, jumlah rombongan belajar (rombel) kelas 1 maksimal hanya 28 siswa. Padahal, di tahun sebelumnya, satu kelasnya diisi sebanyak 32 anak.

“Jadi ada pengurangan jumlah siswa. Itu yang menyebabkan siswa SD lebih sedikit tahun ini,” ungkapnya.

Selain pengurangan jumlah rombel, Ibnu menyatakan, ada beberapa SD yang kekurangan siswa. Misalnya dari pagu sebanyak 28 siswa, sekolah hanya menerima siswa di bawah 20 siswa.

Bahkan, sejumlah lembaga siswanya kurang dari 10 anak. “Itu yang memengaruhi jumlah dana BOS nanti,” ungkap Ibnu.

Lalu bagaimana dengan SMP? Ibnu mengatakan, pagu SMP tidak ada perubahan. Karena itu, jumlah dana BOS yang cair di TW IV nanti bergantung pada jumlah siswa di masing-masing lembaga. Sebab, tidak semua sekolah bisa memenuhi pagu.

Dengan kondisi tersebut, ada sekolah yang menerima lebih kecil dibanding pencairan sebelumnya. Sebaliknya, sekolah yang jumlah muridnya lebih banyak, menerima lebih besar. “Ada yang lebih kecil, ada juga yang lebih besar,” ungkapnya.

Ibnu mengatakan, dana BOS TW IV diprediksi cair pada akhir tahun 2019. Diperkirakan di antara Oktober atau November. Saat ini, setiap lembaga harus menyelesaikan laporan realisasi anggaran (LRA). “Dilaporkan ke disdik,” tuturnya.

Seperti diberitakan, disdik sudah mencairkan dana BOS sebesar Rp 29,6 miliar. Rinciannya, untuk SD sebesar Rp 18,159 miliar dan SMP sebesar Rp 11,508 miliar. Anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk pengembangan perpustakaan, perawatan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah serta pengadaan buku teks dan nonteks.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia