Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Lelang Pertanian Tembus Satu Miliar Rupiah

Bibit Bawang Merah dan Padi Terjual

20 September 2019, 15: 18: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Lelang

TRANSAKSI: Petani menawarkan benih dalam lelang produk pertanian di halaman kantor Dispertan Nganjuk, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Hasil pertanian Nganjuk agaknya diminati oleh masyarakat. Setidaknya, hal itu terlihat dari lelang produk pertanian di halaman kantor dinas pertanian (dispertan), kemarin siang. Nilai transaksi dari sejumlah komoditas mampu menembus Rp 1 miliar.

Pantauan koran ini, sejumlah produk pertanian mulai tanaman pangan, hortikultura hingga berbagai jenis bibit dan pupuk dilelang kemarin. Demikian juga dengan sarana pertanian.

Dari berbagai jenis hasil pertanian yang ditawarkan, total ada 12 transaksi jual-beli. Yakni, bibit alpukat, jambu kristal, durian, jamur tiram. Ada pula arang sekam, benih jeruk California, bibit bawang merah, padi, cengkih, jagung, hingga jala pertanian.

Kepala Dispertan Nganjuk Judi Ernanto mengatakan, lelang produk pasca dan hasil pertanian kemarin langsung diikuti oleh pelaku usaha pertanian. “Kami (dispertan, Red) di sini hanya sebagai fasilitator saja,” ujar Judi.

Lelang yang berlangsung kemarin jauh dari gambaran lelang pada umumnya. Jika dalam lelang biasanya disiapkan harga dasar untuk ditawar dengan nilai yang lebih tinggi, dalam lelang kemarin penawar justru mengajukan harga yang lebih rendah dari harga yang diajukan.

Pemilik produk pertanian yang hadir dalam lelang diberi kesempatan untuk menawarkan kepada peserta. Pun yang mencari produk pertanian juga diberi kesempatan. “Di sini hanya ada sampel produknya saja. Kalau produk secara keseluruhan tetap ada di gudang atau tempat pelaku usaha masing-masing,” lanjut Judi.

Setelah berlangsung selama beberapa jam, panitia mencatat belasan transaksi dengan nilai beragam. Mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 448 juta. Tergantung kuantitas barang yang dijual. Ada yang hanya puluhan kilogram hingga puluhan ton.

Dari belasan komoditas pertanian yang dijual kemarin, yang paling laris adalah bibit bawang merah dan padi. Setidaknya, kedua komoditas tersebut mencatatkan transaksi tak kurang dari Rp 400 juta.

“Dengan menjembatani para pelaku usaha, kami berharap iklim usaha pertanian sendiri semakin meningkat. Dengan saling mengenal seperti ini, jaringan yang terbentuk akan semakin luas,” terang Judi dalam acara yang digelar untuk memperingati Hari Kridha Pertanian itu.

Melihat respons pelaku usaha yang relatif bagus, Judi mengaku akan kembali mengadakan acara serupa. Bahkan, tak menutup kemungkinan diselenggarakan lebih dari sekali setahun. “Kami akan terus melakukan evaluasi dengan berbagai pertimbangan,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia