Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kepala Robek Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Sempat Muntah-muntah saat Dirawat Rumah Sakit

20 September 2019, 15: 14: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Bukti

BARANG BUKTI: Mad, 14, korban pengeroyokan menunjukkan salah satu batu yang Senin (16/9) dini hari lalu digunakan para pelaku pengeroyokan untuk memukulnya. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

SAWAHAN, JP Radar Nganjuk-Apes dialami Mad, 14, siswa MTs asal Desa Margopatut, Sawahan itu menjadi korban pengeroyokan pada Senin (16/9) dini hari lalu. Tak terima dengan kejadian yang dialami, dia melaporkan kasus tersebut ke Polres Nganjuk, kemarin sore. 

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pengeroyokan itu berawal ketika Mad pulang dari pengajian. Sekitar pukul 00.30 Senin dini hari lalu, tiba-tiba dia dihadang segerombolan pemuda tak dikenal di Desa Kebonagung, Sawahan. “Saya tidak kenal mereka,” aku anak berbadan kurus ini kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sebenarnya, malam itu Mad bersama beberapa temannya. Tetapi, tanpa penyebab yang jelas, para pelaku pengeroyokan hanya menyasar dirinya. Mereka memukul Mad dengan membabi buta.

Tidak hanya memukul dengan tangan kosong, para pelaku juga memukul korban dengan batu dan pelepah kelapa yang sudah mengering. “Padahal saya merasa tidak punya musuh,” lanjutnya.

Dikeroyok oleh banyak orang, Mad sadar kalah jumlah. Dia pun memilih diam, tidak melawan. Begitu juga dengan beberapa teman Mad. Akibat pemukulan secara brutal itu, Mad menderita luka pada tangan, kepala, dan leher.

Bahkan, leher pelajar itu harus dijahit karena mengalami luka robek. Setelah puas menghajar Mad, para pelaku meninggalkan meninggalkan korban yang kemudian pulang ke rumah neneknya dalam kondisi babak belur. “Saya dibawa ke rumah sakit (RSUD Nganjuk, Red),” aku pemuda yang sempat muntah-muntah selama tiga hari berturut-turut tersebut.

Kondisi fisiknya yang lemah membuat Mad tak langsung melapor ke polisi. Pemuda berambut lurus itu baru mendatangi Polres Nganjuk kemarin setelah kondisinya pulih. “Sejak Senin sampai hari ini (kemarin, red) saya sudah tidak masuk sekolah,” terangnya sembari berharap para pelaku bisa segera ditangkap.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus pengeroyokan mengatakan, kasus tersebut tengah didalami Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk. “Ditangani PPA karena korbannya masih anak-anak,” tutur Nikolas sembari menyebut penyidik akan meminta keterangan para saksi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia