Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buat Petasan, Warga Adan-Adan Divonis Satu Tahun

20 September 2019, 11: 37: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

pembuat petasan

TERIMA PUTUSAN: Fendik Sutoyo keluar ruang sidang Candra setelah mendapat vonis hakim di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri – Gara-gara membuat petasan, Fendik Sutoyo, 27, divonis satu tahun penjara. Warga Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah ini melanggar pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951.

“Terdakwa terbukti telah membuat, menguasai, membawa, mempunyai persediaan atau mempunyai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan amunisi atau bahan peledak,” terang Ketua Majelis Hakim Agus Thajo Mahendra dalam persidangan di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin (19/9).

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Saputra. Sebelumnya, dia menuntut satu tahun dua bulan kurungan. Dalam vonisnya, majelis hakim juga membacakan pertimbangan hukumnya. Yang meringankan, Fendik mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi. “Sedangkan yang memberatkan, perbuatannya meresahkan masyarakat,” ujar Agus.

Penangkapan Fendik terjadi 27 Mei 2019. Dia diamankan di rumahnya saat membuat petasan berbahan bubuk mesiu. Laki-laki kelahiran 1992 ini menggunakan buku tulis yang digulung. Bubuk mesiu dibeli dari Wawan (DPO) seharga Rp 100 ribu dengan berat 0,5 kilogram (kg).

Buku yang telah digulung kemudian dimasuki bubuk mesiu ditambah sumbu. Setelah petasan jadi, disimpan dalam lemari. Jumlahnya 26 buah. Rencananya akan digunakan ketika malam Lebaran. “Apa kamu pernah dihukum sebelumnya ?” tanya hakim.

Fendik pun mengaku, pernah dihukum pada 2015. Kala itu, karena mengedarkan pil dobel L tanpa izin. Lulusan sekolah dasar ini divonis dua tahun lima bulan penjara.

Setelah membacakan putusan, majelis hakim menberi kesempatan Fendik menanggapi. “Saya menerima putusan,” jawabnya.

Sebelum mengakhiri sidang, Agus berpesan agar Fendik tidak melakukan hal serupa. Sebab selain membahayakan diri sendiri juga bahaya bagi orang lain.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia