Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik 2 vs 0 Persiba

Tegang di Awal, Persik Menang Berkat Bagas

20 September 2019, 11: 32: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

persik kediri

UJUNG TOMBAK: Septian Satria Bagaskara mencetak 2 gol saat melawan Persiba. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Septian Satria Bagaskara semakin mengukuhkan sebagai pemain penting bagi Persik. Dua golnya ke gawang Persiba Balikpapan kemarin mengantarkan Macan Putih bertengger di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 Indonesia.

Dengan tambahan tiga poin, Persik kini mengumpulkan 27 poin. Hanya selisih satu poin dari Mitra Kukar yang berada di bawahnya. Sementara bagi Bagas, tambahan dua gol itu membuatnya bersaing ketat dalam perebutan top score. Saat ini, pemuda asal Semampir itu sudah mengoleksi 9 gol. Hanya kalah dua gol dari striker Persita Sirvi Arfani.

Mendapat dukungan ribuan Persikmania di Stadion Brawijaya, Bagas memang bermain moncer kemarin. Sejak menit awal dia merepotkan pertahanan Beruang Madu, julukan Persiba. Sayang, peluang di pertengahan babak masih berhasil digagalkan bek Persiba.

Setelah turun minum, permainan pemain nomor punggung 10 itu semakin menggila. Kontrol, penempatan posisi, dan umpannya sangat bagus. Kejelian Bagas menempatkan posisi di antara pemain belakang lawan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-57. Tendangan Faris Aditama yang muntah dari tangkapan Riki Pambudi langsung disambar menjadi pembuka keunggulan Persik. Selang 10 menit, lagi-lagi penempatan posisinya di depan gawang membuat Persik memperbesar keunggulan.

Berawal dari tendangan pojok Faris, Bagas dengan cerdik memanfaatkan  kemelut di gawang Persiba. Dia tinggal mendorong bola. “Semua berkat kerja keras teman-teman. Kebetulan saya di sana dan buat gol,” kata Bagas merendah.

Bagas mengaku tidak mengejar target menjadi pencetak gol terbanyak. Baginya yang penting adalah Persik menang di setiap pertandingan. “Saya hanya ingin membawa tim meraih tiga poin. Tidak terpikir jadi top score,” ujar pemain timnas U-23 ini.

Di luar penampilan Bagas yang luar biasa, perubahan posisi yang dilakukan arsitek Persik Budiardjo Thalib di babak kedua patut diacungi jempol. Di babak pertama, Budi mengakui para pemainnya sempat tegang. “Saya minta untuk menekan. Tapi masih nervous,” kata pelatih asal Makassar.

Budi kemudian menaikkan posisi Edo Febriansyah dari bek kiri menjadi sayap. Sementara pos Edo digantikan Yusuf Meilana yang baru dimasukkan di menit ke-51. “Edo sangat banyak membantu. Dua gol, tidak lepas dari kontribusinya,” ungkapnya.

Selain Bagas dan Edo, penggawa baru Dedi Irwanto juga bermain baik. Menggantikan posisi Taufiq Febriyanto sebagai jangkar, mantan pemain Persebas Banyumas itu mampun melakukan instruksi pelatih. “Saya tahu dia pemain yang keras. Tadi lumayan penampilannya sebagai pemain yang baru bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, Persiba belum bisa bangkit setelah sempat tumbang dari Persatu di pekan sebelumnya. Berada di posisi 7 dengan 16 poin, jarak Persiba dengan zona degradasi hanya terpaut dua angka. “Kami tidak ingin degradasi,” kata pelatih kiper Jarot Supriadi.

Jarot mengaku kecewa dengan kekalahan kemarin. Apalagi mereka gagal memanfaatkan beberapa peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. “Kami kurang bisa memanfaatkan arah angin di babak pertama. Persik unggul setelah turun minum,” kata Jarot yang menggantikan pelatih Satia Bagdja Ijatna dalam konferensi pers kemarin.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia