Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Mazendra Chornelius Saputra, Taekwondoin Cilik Berprestasi dari Kediri

Di Kapolri Cup, Kalahkan Lawan dalam 26 Detik

20 September 2019, 11: 22: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Lius taekwondoin

TINGGI: Lius Saputra memeragakan salah satu teknik tendangan taekwondo. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Jurus tendangan berputar mengantarkan bocah ini memenangi banyak pertandingan. Agar bisa melakukan tendangan itu dengan sempurna, dia perlu melatihnya hingga berbulan-bulan.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

Lagu Meraih Bintang terdengar keras hingga halaman rumah yang berada di RT 001/RW 004, Dusun Ngantup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri itu. Suara itu kian terdengar keras saat pintu terbuka. Dan sosok yang keluar adalah bocah laki-laki berusia 11 tahun.

JUARA: Lius saat di Kapolri Cup

JUARA: Lius saat di Kapolri Cup

Dia adalah Mazendra Chornelius Saputra. Biasa disapa Lius. Bocah ini masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. Namun, prestasi di cabang taekwondo tak bisa dipandang sebelah mata.

Kemarin Senin saya baru pulang dari Jakarta,” ucap Lius sembari memperlihatkan dua medali berwarna emas. Memang, setelah melihat wartawan koran ini, Lius segera mengambil medali hasil jerih payahnya itu.

Dua medali itu diperoleh Lius dalam kejuaraan yang berlangsung bulan ini. Yang terakhir dimenanginya pada 16 September. Dalam Kapolri Cup di Jakarta. Meraih medali emas di kelompok pra-kadet C under 40.

Sebelumnya, 7 September, Lius mengikuti pertandingan taekwondo antar-pelajar se Jawa Timur. Pertandingan yang diselenggarakan selama tiga hari itu berlangsung di GOR Gajah Mada Kota Batu. Tampil di kelas pra-kadet B under 41.

Saat di ajang itu, lawan pertamanya berasal dari Lumajang. Meskipun memiliki postur tubuh lebih pendek namun sempat membuatnya kewalahan. “Sempat ketinggalan skor. Namun karena dapat dukungan jadi bisa mengejar angka,” ucapnya menceritakan aksinya saat itu.

Menurut Lius, lawan dalam pertandingan tersebut sangat tangguh. Tidak hanya membuatnya harus mengejar angka, ia juga harus mewaspadai gerakan-gerakan musuh. Dengan jurus tendangan melingkar, ia berhasil membawa pulang juara satu.

Sang ayah, Andik Purnomo, dengan serius mempersiapkan putra pertamanya itu. Selain sebagai pelatih Andik juga bertugas mempersiapkan asupan gizi bagi sang anak.

“Setiap hari saya beri dua minum STMJ (susu telor madu jahe, Red),” kata Andik. Menurutnya, minuman STMJ bermanfaat ganda. Selain bisa untuk meningkatkan stamina juga sebagai pemulih tenaga.

Selain gizi, waktu latihan benar-benar diperhatikan oleh Lius. Dalam pengawasan sang ayah, Lius tak hanya berlatih di dojang selama tiga jam. Tapi juga dia tambah dengan berlatih di rumah selama dua jam.

Latihan yang dilakukan adalah ketepatan pukulan dan tendangan. Apalagi, salah satu teknik andalan Lius adalah tendangan memutar. “Semua lawannya langsung KO ketika kena tendangan memutar,” imbuhnya.

Untuk menyempurnakan tendangannya itu, Lius perlu waktu berbulan-bulan. Dia terus melatih kunci dari teknik ini. Yaitu keseimbangan badan. Cara khusus pun dia lakukan.

“Pertama pegangan dinding. Perlahan-lahan kemudian dilepas,” terang Lius.

Selang waktu tiga hari usai kejuaraan antarpelajar, Lius berangkat ke Jakarta. Kali ini mengikuti Kapolri Cup. Di kejuaraan itu dia ditemani para sabung (pelatih). Seperti Joko, Agung, Sela, Nia, Eko, dan Ilham. Dan yang tak ketinggalan adalah sang ayah, Andik.

Dalam Kapolri Cup, lawan pertama Lius adalah taekwondoin asal dojang Bandung. Dia berhasil menang dengan skor 20-3. Telak.

Lanjut pada pertandingan kedua, dengan waktu 26 Detik Lius berhasil mengalahkan atlet taekwondo Riau. Waktunya sangat singkat. Skornya juga besar, 12 – 0. Dan itu mampu diraihnya hanya dalam rentang waktu 26 detik. “Karena tidak mungkin mengejar skor, pertandingan langsung dihentikan,” ungkap Lius.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia