Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Gelar Razia, Dinsos Temukan ODGJ Kena Diabetes

19 September 2019, 15: 14: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

orang gila

PEMBINAAN : Kasi Rehabilitasi Dinsos Sumarni saat memberi penjelasan pada salah seorang gelandangan dan pengemis yang terjaring razia, di barak penampungan Semampir, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Masih banyaknya pengemis, gelandangan, dan orang dengan gangguanjiwa (ODGJ) yang berkeliaran di Kota Kediri memusingkan pemkot. Meskipun berkali-kali melakukan razia, jumlah mereka masih banyak. Karena itulah, dinas sosial (dinsos) berencana menggelar razia dalam skala besar.

Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi Dinsos Sumarni, meskipun sering terkena razia, banyak dari para gelandangan dan pengemis itu yang bandel. Mereka masih kembali lagi menggelandang. Bahkan ada yang membohongi petugas dengan berdalih punya saudara di Kota Kediri.

“Banyak yang mengaku punya saudara atau rumah di kota, setelah di crosscheck tidak ditemukan. Makanya biasanya langsung diantarkan ke lokasi yang disebut dan menghubungi perangkat kelurahan,” kata wanita yang biasa disapa Marni ini.

Marni menjelaskan bahwa ke depannya akan terus dilakukan penjaringan dalam skala besar. Petugas akan terus menyisir daerah-daerah di Kota Kediri yang masih banyak ditemukan gelandangan dan pengemis.

Dalam catatannya, selama menjabat sebagai kasi Rehabilitasi, para gelandangan dan pengemis yang ditemukan kebanyakan mengaku dari luar kota. Namun tidak menutup kemungkinan para gelandangan dan pengemis ini membohongi petugas yang mengamankan mereka.

Marni juga mengakui banyak gelandangan dan pengemis yang sering terjaring razia. Entah saat petugas Satpol PP Kota Kediri melakukan patroli rutin dan menemukan mereka atau saat razia gabungan skala besar dengan Polres Kediri Kota dan satpol PP.

Seperti kemarin, dinsos juga menggelar razia dalam skala besar. Melibatkan satpol PP dan satbinmas Polres Kediri Kota. Dalam razia itu tim menjaring 14 pengemis dan gelandangan.

Para pengemis dan gelandangan yang terjaring petugas gabungan ini dikumpulkan di barak penampungan di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Di barak penampungan itu petugas melakukan beberapa tindakan. Selain mendata mereka juga melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami pastikan bahwa para gelandangan dan pengemis yang terjaring dalam keadaan yang baik-baik saja,” terang Marni.

Razia kemarin berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini. Selain mendapati gelandangan dan pengemis, tim gabungan juga menemukan beberapa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sedang berada di jalanan. Ada yang sedang mengemis, ada pula yang sedang menggelandang.

Marni menjelaskan, para ODGJ yang masih memiliki tempat tinggal dan keluarga langsung dipulangkan. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri. Dinsos juga memberikan pembinaan terhadap keluarga para penyandang ODGJ tersebut saat mengantarkan ke rumah masing-masing.

“Ada dua ODGJ yang dipulangkan setelah mandi dan diperiksa kesehatan,” imbuhnya.

Sedangkan para pengemis dan gelandangan lainnya yang tidak memiliki tempat tinggal sementara tinggal di barak Semampir. Sembari menunggu dicarikan panti sosial oleh Dinsos Kota Kediri.

Untuk hasil dari tes kesehatan, ternyata ada seorang gelandangan yang sedang dalam kondisi tidak sehat. Dia diketahui menderita diabetes. Dokter yang memeriksa langsung memberikan rujukan ke Puskesmas Balowerti untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, salah seorang gelandangan mengaku bernama Yati, 54. Dia mengatakan datang dari Gedangsewu, Pare, Kabupaten Kediri. Ia mengaku saat itu tengah berada di pinggir jalan di sekitar Kelurahan Pakelan, Kecamatan Kota. “Saya hanya sedang mencari rumah keluarga saya, Mas, ada di Pakelan,” terangnya.

Lucunya, Yati juga mengaku sedang meminta-minta uang. Dalihnya, dia kehabisan bekal untuk pulang ke Pare. Yati mengaku baru sekali terjaring oleh petugas razia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia