Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Kesedihan Keluarga Mukandar, Korban Kecelakaan di Kayen Kidul

Ibu Tak Percaya Kehilangan si Pekerja Keras

19 September 2019, 15: 10: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

korban kecelakaan

BERDUKA: Mursini dan suaminya Paniman saat menjelaskan tentang kondisi anaknya di rumahnya, kemarin (18/9). (Kanita Auliyana - radarkediri.id)

Share this          

 Bagi Mursini, Mukandar adalah anak yang selalu menemaninya sehari-hari di rumah. Tak ada firasat, hingga akhirnya harus benar-benar percaya kalau anak ketiganya itu benar-benar tiada.

Kanita Auliyana Lestari, JP Radar Kediri

Isak tangis perempuan paro baya itu terdengar lirih. Warga Dusun Sukomoro, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri ini memang benar-benar kehilangan anaknya Mukandar. Pria 40 tahun itu tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa/Kecamatan Kayen Kidul, Rabu dini hari (18/9).

Mukandar

Mukandar (Kanita Auliyana - radarkediri.id (repro))

Bagi Mursini, tidak ada firasat apapun sebelum anak yang menemaninya di rumah ini meninggal. Bahkan setelah kecelakaan, dia sempat memegang tubuh anaknya masih hangat. Perempuan 67 tahun ini berharap anaknya bisa diselamatkan. “Pagi itu (Mukandar) masih aktivitas biasa, motong kayu. Malam kejadian saya kira nanti diinfus pasti bisa sadar. Saya tidak menyangka kalau meninggal,” tuturnya.

Mukandar adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya Masiyanto,50; Murdoko,74 dan satu adiknya Wardoyo,39 berada di luar kota. Hanya ia yang setia menemani orang tuanya di rumah.

Saat kejadian, pria yang bekerja sebagai kuli kayu ini malam itu berencana akan ke rumah temannya di Kecamatan Kayen Kidul. Ia ingin memastikan kapan akan kerja lagi.

Namun ternyata malam itu juga nyawanya terenggut. Bukan hanya sebagai kuli kayu saja, ia juga membantu pekerjaan orang tuanya di sawah. Jika belum ada panggilan kerja sebagai kuli kayu, ia biasanya menjadi kuli bangunan.

Pekerjaan serabutan ini sempat dibantah Mursini (ibu korban). Kerja keras Mukandar sering kali membuat ibunya menjadi tidak tega. “Sudah jangan kerja saja, jualan aja di rumah,” terang Mursini sambil menitikkan air mata.

Sudah lima tahun menduda, Mukandar menjadi pekerja keras. Ia selalu mencari kesibukan, dan tidak mau hanya berdiam diri di rumah. “Tiap hari itu kerja, tidak pernah tidak kerja,” imbuh Mursini.

Untuk diketahui, kecelakaan yang menimpa Mukandar terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian ini bermula dari korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio hitam dengan nopol AG 4389 JO dari arah selatan menuju utara. Setelah melewati jembatan sepeda motornya oleng ke kiri dan langsung menabrak dua pohon yang berada di sebelah barat dengan bergantian dan meninggal dunia di TKP.

Korban  mengalami luka parah dikepala bagian belakang dan patah tangan kanan dan kiri. Setelah ditangani pihak kepolisian, korban dilarikan ke RSUD Pare Kediri untuk mendapatkan perawatan medis dan visum et repertum. “Barang Bukti sepeda motor dan visum dilimpahkan ke laka lantas Polres Kediri untuk penyidikan lebih lanjut,” tegas Kasihumas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagio.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia