Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Disulut Masalah Pilkades, Warga Kepung Cekcok di Warung

19 September 2019, 15: 04: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Cek Cok Di Warung

Cek Cok Di Warung (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kasus pengeroyokan yang diduga berlatar belakang soal pemilihan kepala desa (pilkades) terjadi di Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung. Melibatkan Eko Heri Susanto, suami dari salah satu calon kades di desa tersebut. Eko pula yang melapor kasus ini ke polisi dan mengaku telah dikeroyok oleh tiga tetangganya.

Perkara tersebut kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Kediri. Menyusul laporan dari Eko. Namun, hingga kemarin petang, polisi belum menetapkan tersangka. Hanya memeriksa tiga orang sebagai terlapor.

Kasus itu berawal dari cekcok dalam warung. Menurut Eko, saat itu dia mengaku hendak memberi uang pada tiga orang yang ditemui di dalam warung. Yaitu Tonaji, Mistaji, dan Yudi. Tonaji adalah ketua RT di tempat Eko tinggal.

“Tapi saat di warung ada pertanyaan yang menjebak saya. Saya membantah apa yang mereka sampaikan,” kata Eko kepada Jawa Pos Radar Kediri, tanpa mau mengatakan kata-kata apa yang dianggapnya menjebak itu.

Saat membantah, Eko mengaku dikata-katai kasar oleh Mistaji. Eko mengaku juga sempat diludahi oleh Tonaji.

“Akhirnya saya pulang. Tapi sesampainya di rumah Tonaji dan Yudi datang,” lanjut Eko.

Di rumah Eko itulah justru keduanya membuat keributan. Dari pemaparan Eko, ia sempat dicekik. Baku hantam pun tak terelakkan. “Cekcok di dalam rumah,” jelas warga Dusun Mulyorejo tersebut. Selang setengah jam setelah kejadian dia melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwajib.

Saat Eko melaporkan kejadian itu ke polisi, giliran saudaranya yang bernama Tohir Suminto menjadi korban. Menurut versinya, Tonaji datang ke rumah hendak meminta maaf. Namun Minto ditendang hingga tidak sadarkan diri.

Eko mengaku selama terjadi pengeroyokan itu ia sama sekali tidak melakukan perlawanan. Eko sendiri merupakan suami dari salah satu calon kepala Desa Kampungbaru Lilik Sunarsih. Sementara tiga tetangganya tersebut diketahui merupakan pendukung tim lawan. Masih menurut Eko, sebenarnya sebelumnya tidak ada perselisihan antara tiga tetangganya tersebut dengan keluargannya. Hingga kemarin tiga terlapor masih diperiksa oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, Eddy Suwito, penasihat hukum pelapor menyampaikan bahwa kasus ini masuk dalam pasal pengeroyokan. Termasuk perbuatan tidak menyenangkan dan penganiayaan yang terjadi pada Tohir Suminto selaku saudara Eko.“Harapan saya, tetap ada tindak lanjut atas perkara ini,” tegas Eddy.

Sebab, menurutnya, proses hukum pada tindakan pengeroyokan tersebut sebagai efek jera bagi pelaku. Juga untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Jadi ya harus ditindak tegas,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan pihaknya masih terus mendalami proses lidik. Menurutnya, polisi baru saja melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi. Mereka masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

“Dari keterangan beberapa saksi, sebelum terjadi penganiayaan pelapor mengaku dipukul terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ambuka menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan beberapa alat bukti. Di antaranya adalah visum terhadap pelapor. Visum itu rencananya akan keluar hari ini. “Intinya kami sudah melakukan pemeriksaan kedua belah pihak. Nanti setelah beberapa bukti terungkap baru akan kami gelar pemeriksaan selanjutnya,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia