Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Belasan Pegawai Belum Kumpulkan Berkas

Terkait Program PPG SMA/SMK

19 September 2019, 13: 12: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Cek

CEK DATA: Operator PPG Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Nganjuk Ibnu Mujib memeriksa berkas kelengkapan PPG sebelum dikirim ke Disdik Jatim. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Belasan guru SMA, SMK, dan SLB tak bisa mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG). Pasalnya, hingga batas waktu habis, mereka tetap tidak menyerahkan dokumen kelengkapan tanpa alasan yang jelas.  

Data yang dihimpun koran ini dari Cabdisdik Pemprov Jatim Wilayah Nganjuk menyebutkan, total ada 65 guru SMA, SMK dan SLB yang berhak mengikuti pemberkasan PPG. Dari jumlah tersebut, ada 17 guru yang tidak mengumpulkan berkas tanpa konfirmasi dari yang bersangkutan.

Operator PPG Cabdisdik Pemprov Jatim Wilayah Nganjuk Ibnu Mujib mengatakan, awalnya ada 20 guru yang tidak mengumpulkan berkas. Tetapi, tiga guru di antaranya memberi konfirmasi jika mereka tidak bisa mengikuti program tersebut. “Sebanyak 17 guru lainnya tidak memberi konfirmasi hingga sore ini,” ujar Ibnu.

Cabdisdik, lanjut Ibnu, sejatinya sudah memberi deadline pada Kamis (12/9) lalu. Hanya saja, lantaran masih sedikit yang mengumpulkan, waktu pengumpulan berkas pun diperpanjang. Yaitu, ditutup pada Jumat (13/9) keesokan harinya.

Perpanjangan waktu selama satu hari itu tidak memberi progres yang signifikan. “Pada Jumat saja yang mengumpulkan berkas baru ada 36 orang,” lanjut Ibnu.

Dari hasil evaluasi, cabdisdik kembali membuka peluang para guru untuk menyusulkan berkas hingga kemarin. Total ada 45 orang yang telah mengumpulkan berkas. Puluhan berkas tersebut akan disusulkan ke Disdik Provinsi Jatim.

Berdasar pengalaman tahun lalu, menurut Ibnu memang selalu ada guru yang tidak mengumpulkan berkas PPG. Baik yang memberikan konfirmasi alasan maupun yang tidak. “Pasti ada yang berhalangan. Alasannya juga beragam,” terang Ibnu.

Untuk diketahui, setelah berkas masuk ke Disdik Provinsi Jatim, data akan langsung diverifikasi oleh operator yang bertugas. Sesuai jadwal, verifikasi tingkat provinsi berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2019.

Verifikasi tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Melainkan, berkas-berkas tersebut akan diverifikasi ulang oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). “Setelah lolos verifikasi LPMP akan diumumkan plotting penetapan calon mahasiswa untuk PPG,” papar Ibnu.

Kapan PPG akan dilaksanakan? Ditanya demikian, Ibnu mengaku belum bisa memastikan. Meski demikian, berdasar pengalaman tahun lalu, penyelenggaraan PPG dimulai bulan Januari. “Yang pasti akan digelar tahun depan. Kan ini PPG 2020,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia