Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Razia PKL di Kediri: Sudah Di-SP1, eh...Melanggar Juga

18 September 2019, 19: 09: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

pedagang kaki lima

BUKAN PENJUAL: Dua petugas Satpol PP Kota Kediri mendorong gerobak PKL yang membandel ke kantornya, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Masih ada saja pedagang kaki lima (PKL) yang membandel. Mereka melanggar aturan jam operasional yang telah ditetapkan pemkot. Para pedagang itu nekat membuka lapaknya di trotoar meskipun waktu masih siang hari.

Ujung-ujungnya, satuan polisi pamong praja (satpol PP) pun bertindak. Mereka melakukan razia terhadap PKL yang ndableg itu. Dua gerobak PKL yang beroperasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto siang kemarin.

Razia satpol PP kemarin berlangsung mulai pukul 09.30 WIB. Berkekuatan sebanyak 10 petugas penegak peraturan daerah (perda). Mereka menyisir sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto. Di sepanjang tepi jalan ini, memang terlihat beberapa PKL yang berjualan di trotoar jalan di luar jam operasional yang ditentukan.

Yang pertama menjadi sasaran adalah pedagang nasi babat. Pedagang ini memilih berjualan di seberang jalan depan Hotel Lotus. Lucunya, meskipun dagangannya ada tapi penjualnya tak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya, petugas pun langsung mengangkut lapak PKL tersebut ke mobil.

Setelah itu petugas bergeser ke selatan.  Tepat di depan SD Veteran mereka mendapati pedagang nasi pecel yang melanggar aturan. Selain nekat berjualan di luar jam operasional, bedak tempatnya berdagang melanggar ketentuan. Gerobak itu semipermanen.

“Atapnya dibuat dari seng. Seharusnya cukup dari terpal,” terang Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Kediri Yuni Widianto, kemarin.

Yuni mengungkapkan, saat ditertibkan, pedagang baru saja membuka dagangannya. Namun kemarin petugasnya tidak mendapati mereka di lokasi. “Gerobaknya ditinggal. Tetapi barang dagangannya ada semua,” ungkapnya.

Karena melanggar, kata Yuni, pihaknya tetap mengamankan gerobak tersebut. Petugas membawanya ke markas komando (mako) satpol PP di Jalan Veteran. Sebagian gerobak diangkut ke atas mobil. Sedangkan gerobak pedagang nasi pecel cukup didorong sampai ke mako. Kebetulan antara lokasi razia dan mako tidak terlalu jauh jaraknya.

Selain menertibkan dua pedagang, petugas juga memperingatkan pedagang susu yang berjualan di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. Karena baru pertama, satpol PP hanya meminta untuk menggeser gerobaknya ke tempat lain.

Yuni menerangkan, para pedagang tersebut melanggar Perda No7/2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Sedangkan aturan teknisnya diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No 37/2015. “Tidak sesuai jam berjualan,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia, PKL di Jalan Jaksa Agung hanya boleh berjualan mulai pukul 17.00 sampai 00.00. Sementara kemarin, mereka sudah berjualan di pagi hari.

Apalagi sebelumnya, satpol PP sudah melayangkan surat peringatan pertama (SP1) kepada dua PKL tersebut. Namun surat tersebut tidak diindahkan. “Kami sebenarnya sudah memperingatkan soal jam berdagang tapi tetap berjualan,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk  ruas jalan lain, satpol PP akan terus melakukan pemantauan. Apabila ditemukan PKL yang melanggar, pihaknya tidak segan untuk menindaknya. “Di perda dan perwali sudah diatur waktu berjualan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia