Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dua Madrasah Terapkan Program Cerdas Istimewa

18 September 2019, 19: 05: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

madrasah program cerdas istimewa

PILIHAN: Suasana belajar di salah satu kelas MAN 2 Kota Kediri. Madrasah ini menerapkan program PDCI. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kualitas madrasah di Kota Kediri tidak kalah dengan sekolah umum. Bahkan, beberapa madrasah juga membuka kelas untuk peserta didik cerdas istimewa (PDCI). Mereka yang mengikuti program tersebut bisa menyelesaikan pendidikan dalam waktu dua tahun saja.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Daud Maulana mengatakan, total jumlah madrasah di Kota Kediri sebanyak 33 lembaga. Itu terdiri dari madrasah negeri dan swasta. “Swasta lebih banyak,” kata Daud mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Muchdar.

Untuk madarasah aliyah (MA), setingkat SMA/SMK, masing-masing  dua lembaga negeri dan tiga swasta. Sedangkan madrasah tsanawiyah (MTs), setingkat SMP, ada tiga negeri dan enam swasta. Kemudian, madrasah ibtidaiyah (MI), setingkat SD, terdiri dari dua sekolah negeri dan 16 swasta.

Daud mengakui kualitas madrasah di bawah naungan Kemenang yang ada di Kota Kediri tidak kalah dengan sekolah yang di bawah pengelolaan dinas pendidikan. Terutama untuk MAN dan MTsN. Dari sejumlah lembaga, ada dua madrasah yang membuka program PDCI. Yakni MTsN 2 di Kelurahan Ngronggo dan MAN 2 di Kelurahan Banjaran. “MAN 2 justru sudah memakai sistem SKS (satuan kredit semester),” katanya.

Dengan program tersebut, lanjut dia, siswa tidak harus menempuh pendidikannya selama tiga tahun. Mereka bisa mempersingkatnya menjadi dua tahun saja. “Ya mirip dengan kelas akselerasi,” terang mantan kepala MTsN 3 Kota Kediri ini.

Meski demikian, tidak semua siswa bisa masuk ke program tersebut. Sebelumnya, madrasah akan menyeleksi ribuan anak didiknya. Mereka yang memiliki IQ tinggi ditunjang dengan sejumlah prestasi di sekolah sebelumnya, yang berpeluang masuk program PDCI. “Ada juga tes keagamaan,” ujar Daud.

Tidak hanya PDCI, Daud mengatakan, setiap lembaga juga memiliki konsentrasi. Misalnya di MAN 1 Kediri yang fokus pada keterampilan. Di antaranya tata busana, lukis, tata boga, dan mesin. “Mirip dengan kejuruan,” ungkapnya. Adapun di MAN 2 lebih menonjol pada kegiatan akademik dan intelektual.

Di MTs pun tidak jauh berbeda. Daud mengatakan, MTsN 1 di Bandarkidul, misalnya, terdapat pelajaran kitab kuning.Yang tidak ditemukan di sekolah lain. “Kalau MTsN 2 fokus mendalami bahasa Inggris dan Arab,” ungkapnya.

Dia melanjutkan setiap lembaga diberikan kebebasan untuk menyeleksi siswanya dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sejauh ini, kemenag tidak menerapkan sistem zonasi. “Siswa bisa memilih ke manapun, tanpa dibatasi jarak rumah,” katanya.

Meski demikian, kata Daud, madrasah harus tetap selektif dengan calon siswanya. Pasalnya, setiap lembaga juga memiliki batas pagu masing-masing. Yang melebihi pagu, akan diseleksi dengan nilai ujian nasional (NUN) dan  beberapa persyaratan lain.

Selain dari madrasah di tingkat bawahnya, sebagian siswa juga berasal dari sekolah umum. “Jadi tidak semua siswa MA dari MTs. Ada juga dari SMP (negeri dan swasta). Begitu pula sebaliknya,” kata Daud.

Jumlah Lembaga Madrasah di Kota Kediri

                   Negeri                   Swasta        Jumlah

MA             2                           3                 5

MTs            3                           6                 9

MI               2                           16               18

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia