Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Mereka yang Menjuarai Kelud Volcano Road Run 2019 (3/Habis)

Berujar It’s Amazing saat Keluar Terowongan

18 September 2019, 19: 01: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

kvrr kelud

TAKJUB: George usai mendapat pengalungan medali secara resmi (14/9) lalu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Melissa dan George tak ingin melewatkan kesempatan even lari tahunan KVRR. Berbagai persiapan mereka lakuka. Agar mampu menaklukkan medan menantang di salah satu gunung api teraktif di Indonesia ini.

 

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

melissa kvvr kelud

BAHAGIA: Melissa usai pengalungan medali. (Didin Saputro - radarkediri.id)

 

Matahari mulai mengintip dari ufuk timur. Cahaya oranyenya semakin jelas. Sinarnya menerobos di antara pepohonan di balik bukit kawasan Gunung Kelud pagi itu.

Pancaran sinar matahari itu membuat suasana semakin hangat. Melebur hawa dingin yang sejak pagi menyelimuti kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.

Hangatnya udara itu membuat ratusan pelari yang akan mengikuti Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2019  semakin bersemangat. Semakin panas hati untuk bersiap menaklukkan medan. Menempuh 10 kilometer menuju kawah Kelud.

Di antara ratusan peserta itu  ada beberapa runners yang menyita perhatian. Mereka adalah pelari mancanegara yang tahun ini ikut meramaikan gelaran even lari terakbar di Kediri Raya ini.

Salah seorang di antara runners tersebut adalah Melissa D. Bule asal Prancis tersebut adalah yang menjadi paling cepat di antara pelari perempuan di kategori mancanegara. Dalam catatan waktu panitia, Melissa berhasil finish dengan waktu 1 jam 3 menit 21 detik. Melissa mengatakan, itu adalah sebuah capaian yang luar biasa baginya.

“Saya rasa ini menakjubkan dan sangat berkesan bagi saya,” ungkap Melissa saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri usai mendapat penghargaan sebagai pemenang.

Memang, di sepanjang perjalanan, dia mengaku terkesima dengan panorama yang ada. Meskipun dia fokus dengan pengaturan napas, namun tak bisa terelakkan jika sesekali ia juga memandang jauh panorama yang ditawarkan di sepanjang rute. Hal itu menggambarkan betapa takjubnya Melissa dengan keindahan gunung yang terakhir meletus pada 2014 lalu tersebut.

“Its beautiful,” ujarnya yakin.

Saat ditanya apakah tahun depan akan kembali mengikuti KVRR, Melissa tak bisa berkata yakin. Hanya kalimat, jika memungkinkan dia akan datang lagi ke sini (Gunung Kelud) yang terucap.

Menurutnya even lari di Gunung Kelud ini sangat berkesan. Dia merasa tertantang dengan beberapa tanjakkan yang menghambat lajunya dalam menempuh perjalanan 10 kilometer.

Tentu saja, dalam persiapanya ia rutin melakukan latihan lari ini. “Persiapannya lari tiga kali dalam seminggu,” sebut perempuan yang berkarir di lembaga penelitian tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Melissa, juara kategori mancanegara pria, George Williams, juga merasa tertantang dengan medan yang ditawarkan. Bahkan ia mengaku takjub setelah keluar dari terowongan sebelum garis finish. “It’s amazing,” ungkapnya kagum.

Menurutnya, berlari dengan pemandangan indah seperti di Gunung Kelud ini merupakan hal yang tidak biasa. Hal tersebut membuat pelari betah dan bisa melupakan rasa lelah di tengah perjalanan. “Saya rasa setelah ini akan istirahat lama,” ujarnya.

George sendiri pencapaian waktunya tak sebaik Melissa. Ia tiba di garis finish dengan waktu 1 jam 10 menit. Selisih 7 menit dengan waktu yang dicapai Melissa.

Meskipun demikian, bagi dia, hal tersebut sudah merupakan pencapaian luar biasa. Apalagi dengan medan ekstrim seperti yang ditawarkan di gelaran even lari yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri dan Jawa Pos Radar Kediri tersebut. Even lari yang menawarkan berbagai pesona keindahan disepanjang jalan. Sebuah ajang olahraga, sembari rekreasi di tengah dingin dan sejuknya suasana alam Gunung Kelud.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia