Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Info Pilbup Kediri: Tiga Nama Lamar di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

18 September 2019, 18: 56: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilbup Kediri

Pilbup Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Jumlah pelamar bakal calon bupati (bacabup) di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bertambah. Tidak hanya sembilan orang yang telah mengembalikan berkas ke DPC PDIP Kabupaten Kediri saja. Ada tiga nama lagi yang akan berebut rekomendasi dari partai moncong putih. Ketiganya melamar melalui DPD PDIP Jawa Timur.

Tiga nama baru itu diperoleh dari rilis yang diberikan Sekretaris DPC Kabupaten Kediri Dodi Purwanto kepada Jawa Pos Radar Kediri. Dalam daftar itu tertera jadwal fit and proper test yang harus dijalani para kandidat. Sekaligus nama-nama yang akan mengikuti.

Nah, tiga nama tambahan itu adalah Marjoko, dr Sukma Sahadewa, dan Endah Sricahyani Sucipto. “Ketiganya melamar di DPD,” terang Dodi.

Masih menurut Dodi, para kandidat itu harus mengikuti fit and proper test yang akan dilakukan DPD. Khusus untuk bacabup Kediri waktu fit and proper test besok (19/8). “Tempatnya di kantor DPD PDIP Provinsi Jatim di Surabaya,” tandas lelaki yang juga ketua sementara DPRD Kabupaten Kediri ini.

Menurutnya, tahap fit and proper test untuk melihat seberapa jauh kesungguhan para calon dalam ikut pilkada tahun depan. Termasuk melihat kemampuan masing-masing calon. Juga pengetahuan tentang kepemimpinan di Kabupaten Kediri.

Seperti diberitakan sebelumnya, penjaringan cabup yang digelar PDIP relatif kebanjiran peminat. Setidaknya, ada sembilan orang yang melamar di DPC Kabupaten Kediri dan tiga orang dari DPD PDIP Jatim. Kenyataan itu membuat persaingan berebut rekomendasi menuju AG-1 tahun depan sangat ketat.

Salah satu calon yang dianggap punya peluang besar adalah Mujahid. Alasannya, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ini kabarnya merupakan kepanjangan tangan dari Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri sekaligus ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Sutrisno. Sutrisno sendiri adalah suami dari bupati saat ini, dr Haryanti. Sebelumnya, santer terdengar Sutrisno akan mendorong anaknya untuk maju ke perebutan bupati. Namun, yang justru mendaftar adalah Mujahid berpasangan dengan Eko Ediyono. Nama terakhir itu masih kerabat Sutrisno.

Sementara itu, Mujahid mengaku peluang untuk mendapatkan rekomendasi tetap terbuka bagi setiap kandidat. “Semua tergantung rekomendasi dari pusat,” kilahnya ketika disinggung soal peluangnya.

Mujahid justru menyebut bahwa dia akan bersaing secara fair. Karena menurutnya hal ini adalah kompetisi. “Sehingga tidak ada istilahnya kita memandang ini (salah satu calon) adalah rival. Jadi silakan berkompetisi, nanti kan yang memilih masyarakat,” paparnya.

Eko Ediyono,  yang mendaftar satu paket dengan Mujahid, mengaku tak ada persiapan khusus menghadapi fit and proper test besok. “Saya merancang visi misi secara garis besar. Dan juga merancang beberapa komitmen jika ke depan seandainya terpilih,” akunya saat dikonfirmasi wartawan koran ini melalui pesan singkat whatsApp.

Sementara, Adi Suwono, peserta lain, merasa optimistis bisa melaju ke tahap lebih jauh lagi. “Saya ada di struktur partai. Harapannya paling tidak PDIP dengan solid bergerak akan memperhatikan kader-kadernya yang ada di daerah,” harap pengusaha hotel ini.

Dia menegaskan sebagai orang yang berada di struktur partai, dia akan tegak lurus terhadap partai. Soal rekomendasi diserahkan sepenuhnya pada keputusan partai. “Termasuk untuk pendamping nanti kami juga serahkan kepada DPP untuk menentukan,” kilah politisi yang mengaku mendapat dorongan dari teman-temannya di DPD dan DPP PDIP ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia