Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Upaya Dispertabun Kediri Ikut Berperan Cegah Stunting

Kampanye Makan Sayur dan Buah

18 September 2019, 18: 45: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Upaya Dispertabun Kediri Ikut Berperan Cegah Stunting

Share this          

Program penanganan stunting kini menjadi fokus pemerintah. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengatasi penyakit yang dilatarbelakangi kurangnya asupan gizi tersebut. Salah satunya dengan asupan gizi maksimal dari buah dan sayur.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah terus melakukan sosialisasi dan pelatihan. “Khususnya penanganan dengan mengenal tanaman-tanaman yang bisa meningkatkan gizi,” terang Kasi Budidaya, Pascapanen, dan Usaha Tani Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Syamsul Hidayah. Sebagai contoh adalah sayur-sayuran dan tanaman kelor. Kelor memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Jadi tanaman ini dibanding dengan tanaman yang lain bisa dikatakan sebagai superfood.

Syamsul menjelaskan bahwa peserta yang menjadi target sosialisasi dan pelatihan adalah ibu rumah tangga yang masih usia produktif. Juga kader-kader posyandu yang ada di desa program pelatihan.

Saat ini, total yang masuk dalam program Dispertabun yakni sepuluh desa lokus stunting yang sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan. “Kita beri bantuan berupa bibit kelor. Total ada 500an bibit per-desa,” bebernya.

Diakui Syamsul, kepercayaan masyarakat tentang tanaman kelor memberikan tantangan tersendiri. Seperti tanaman kelor untuk memandikan jenazah, hingga tanaman yang dipercaya bisa untuk melunturkan kekuatan magis. “Padahal gizinya sangat tinggi untuk pemenuhan gizi,” tegasnya.

Yang perlu diperhatikan adalah saat memasak sayuran kelor. Jangan sampai nilai gizi yang terkandung di dalamnya berkurang karena salah saat memasak. Ada beberapa olahan yang bisa dibuat.

Bisa langsung dibuat sayur dalam bentuk segar, atau dengan cara daun kelor dikeringkan dan dijadikan serbuk. Ketika menjadi serbuk, sesuai selera bisa dibuat sebagai apa. Misalnya kalau suka kopi ya bisa untuk kopi kelor. Atau bisa dicampur dengan teh. Bahkan jika ingin untuk olahan lain seperti roti juga bisa.

  Selain kelor, juga dikenalkan istilah ‘Gemayur-ah’ atau gerakan makan sayur dan buah. Jadi disamping itu kita juga memberikan contoh-contoh seperti apa sayur buah yang sehat.  Masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan untuk budidaya sayur. Jadi tidak hanya berpikir kalau sayur itu harus ditanam di sawah. Tapi juga bisa di samping rumah untuk konsumsi keluarga. Termasuk karena kandungan pestisida sangat minim tentu itu lebih menyehatkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia