Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekam Adegan Cabul dengan Siswa SD

Dilakukan Berulang-ulang, Kakek Ditangkap

18 September 2019, 12: 39: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Cabul

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Peribahasa ini sangat pas bagi Lasemo, 68. Kakek asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk ini nekat mencabuli Mawar, Melati, dan Bunga (nama samaran). Ironisnya, dia juga merekam adegan tak senonoh itu.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan pencabulan terhadap ketiga bocah yang masih berusia delapan tahun itu terjadi pada Mei hingga Juli lalu. Saat itu, orang tua siswa yang duduk di bangku kelas III SD itu masih mengontrak di rumah Lasemo. “Tersangka melakukan pencabulan saat rumah dalam kondisi sepi,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Begitu orang tua Mawar sedang pergi, Lasemo mengajak anak polos itu untuk bermain di dalam rumah bersama dua temannya. Entah apa yang merasuki pria tua itu, dia nekat mencabuli Mawar dan Bunga secara berbarengan.

Selanjutnya, Melati diminta untuk merekam adegan tak senonoh tersebut. Di waktu terpisah, Melati juga tak luput dari pencabulan tersebut. Bahkan, Mawar juga disetubuhi oleh Lasemo. “Dari tiga korban, hanya Mawar yang melapor. Dua lainnya tidak melapor karena masih ada hubungan kerabat,” lanjut perwira asal Mojokerto itu.

Aksi bejat pria yang tahun 1980 lalu pernah dipenjara karena kasus pembunuhan itu terungkap setelah orang tua Mawar mengetahui video cabul tersebut dari tetangga Lasemo. In, 40, ibu Mawar yang emosi langsung melaporkan pria yang akrab disapa Mbah Mo itu ke Polres Nganjuk.

Polisi yang menerima laporan dari In Jumat (6/9) lalu, langsung melakukan visum di RS Bhayangkara. Hasil pemeriksaan itu sekaligus menegaskan jika Mawar telah menjadi korban tindak kekerasan seksual.

Setelah memeinta keterangan dari beberapa saksi, Lasemo langsung ditangkap Minggu (8/9) lalu di rumahnya. “Sekarang kami sedang mengembangkan kasus ini untuk mengetahui kemungkinan adanya tersangka lain,” beber Nikolas.

Dikatakan Nikolas, perbuatan Lasemo itu sungguh tak patut. Sebagai orang tua seharusnya dia melindungi anak-anak tersebut. Ternyata dia nekat mencabuli tiga anak. Bahkan, Lasemo juga mengancam agar korban agar tidak mengadukan perbuatannya kepada orang tua mereka.

Atas perbuatannya, Lasemo diancam dengan dengan pasal 81 ayat 2, 3 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, jo pasal 65 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia