Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Supriyadi dan Santoso Menghilang Bersamaan

Tinggalkan Sepeda Motor di Warung Kopi Bagor

18 September 2019, 12: 26: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

CEK DATA: Sutiwo, terdakwa kasus pembunuhan Vicky meninggalkan meja majelis hakim bersama Yenik, saksi, usai mengonfirmasi gambar baju di berita acara pemeriksaan di PN Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sidang lanjutan kasus pembunuhan Vicky Febrin Piawai di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk kemarin membuka fakta baru terkait menghilangnya Supriyadi. Pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus tewasnya perempuan asal Kelurahan Mangundikaran, Kota Nganjuk itu diketahui kabur bersama Santoso, temannya, sesama warga Desa Mungkung, Rejoso.

Hal tersebut diungkapkan oleh Yenik Dwi Ratnasari, 32, salah satu saksi yang dihadirkan di sidang kemarin. Di depan majelis hakim, Yenik mengakui jika Supriyadi dan Santoso pernah datang ke warungnya di Desa Sugihwaras, Bagor. “Iya dia (Supriyadi, Red) datang ke warung saya pagi bersama Santolet (panggilan Santoso, Red),” ujar Yenik.

Sayangnya, saat ditanya kapan waktu kedatangan keduanya, perempuan yang kemarin memakai jilbab hitam itu mengaku lupa. Demikian juga dengan kendaraan yang digunakan Supriyadi dan Santoso saat itu.

Yang diingat perempuan berbaju kotak-kotak itu, keduanya datang ke warung dan memesan minum. “Mereka (Supriyadi dan Santoso, Red) di warung lumayan lama sekitar satu jam,” terang penjual kopi ini sembari mengaku lupa jam kedatangan dua pria itu. Beberapa kali Yenik hanya menjawab mereka datang pagi hari.

Apa yang dibicarakan Supriyadi dan Santoso? Sepintas Yenik menuturkan keduanya membahas tentang tetangganya yang meninggal dunia. Di percakapan itu, Supriyadi dan Santoso berniat melayat tetangga mereka tersebut.

Tak hanya asyik berbincang dengan Santoso, Supriyadi juga sempat berkelakar kepada Yenik. Dia bertanya apakah perempuan berusia 32 tahun itu mau melayat jika Supriyadi nanti meninggal. “Saya anggap itu hanya guyon, saya jawab apa sudah punya sangu (bekal menghadap Yang Kuasa, Red),” lanjutnya.

Cerita tentang aktivitas Santoso dan Supriyadi di warung Yenik terputus di sini. Setelah meladeni pertanyaan Supriyadi, Yenik mengaku meninggalkan dua pelanggannya itu. Dia menonton televisi di dalam rumah.

Saat dia kembali ke warung, Santoso dan Supriyadi tidak lagi di tempat. Motor Honda Beat bernopol AG 2877 VC ditinggalkan begitu saja di depan warung.

Beberapa jam kemudian atau selepas Dhuhur, kepala desa datang ke warungnya. “Tidak lama datang polisi,” akunya sembari menyebut polisi datang selepas Ashar.

Saat itu juga Yenik sempat ditanya tentang keberadaan Supriyadi. Setelah meminta keterangan yang cukup, polisi membawa motor Honda Beat yang ditumpangi Supriyadi dan Santoso ke Polres Nganjuk. 

Untuk diketahui, selain Yenik, ada dua saksi lainnya yang dijadwalkan hadir di persidangan. Yaitu, Ovian Eka dari Polres Nganjuk dan Santoso. Dari keduanya, hanya Ovian yang memberikan keterangan. Adapun Santoso yang sudah dijadwalkan hadir dua kali, absen.

Sementara itu, sebelum sidang ditutup, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemarin menghadirkan dua saksi tambahan. Yaitu, pasutri Purnomo, 34, dan Hartini, 32 asal Loceret. Kehadiran keduanya sempat membuat tim penasihat hukum terdakwa Sutiwo mengajukan keberatan. Tetapi, Ketua Majelis Hakim Anton Rizal Setiawan memutuskan tetap melanjutkan persidangan.

Di depan hakim, Purnomo mengatakan motor Honda Beat yang diamankan polisi adalah miliknya. Supriyadi, sepupunya, meminjam motor itu dengan

alasan membeli rokok. Terkait keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Vicku, Purnomo mengaku tidak tahu.

Sementara itu, salah satu penasihat hukum Sutiwo, Achmad Yani berharap bisa membuka semua keterangan saksi. Termasuk Supriyadi yang saat ini menjadi DPO. “Karena itu (Supriyadi, Red) jadi kunci utama dalam perkara ini. Sampai dimana perannya,” terang pria yang akrab disapa Yani ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia