Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Stok Darah di UTD PMI Overload

Distribusi Capai 1.200 Kantor Tiap Bulan

18 September 2019, 12: 18: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

Darah

TELITI: Teknisi UTD PMI Nganjuk Yahya Indra sedang mempersiapkan alat untuk pengecekan golongan darah, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Stok darah di unit tranfusi darah palang merah Indonesia (UTD PMI) Nganjuk melimpah. Bahkan, stok yang ada sampai melebihi kebutuhan alias overload.

“Stok kami sampai overload. Untuk event tertentu kami sampai menahan agar pendonor darah tidak sampai melebihi batas,” ujar Kepala UTD PMI Nganjuk dr Didik Jama’adi.

Berdasarkan data UTD PMI Nganjuk, distribusi kantong darah setiap bulannya mencapai 1.200 unit. Namun, jumlah stok yang ada selalu di atas itu. Alhasil, kantong darah yang tidak terpakai atau kedaluwarsa pun terpaksa dimusnahkan. “Kami berusaha menekan agar kantong darah yang terbuang tetap berada di bawah 5 persen,” ungkap Didik.

Dengan asumsi tersebut, kantong darah yang terbuang dan dimusnahkan sendiri sekitar 60 kantong per bulannya. Hanya saja, jumlah tersebut tidak dapat dipastikan. Pasalnya, kebutuhan darah fluktuatif.

Lebih jauh Didik menjelaskan, darah yang disimpan sesuai standar bisa bertahan hingga 30 hari. “Kami tidak mungkin memberikan darah yang kedaluwarsanya kurang lima hari lagi. Normalnya ya yang berumur 15 hari. Jadi masih segar,” terangnya.

Selain darah kedaluwarsa atau yang tidak terpakai, ada pula yang dimusnahkan oleh PMI. Yakni darah yang terindikasi terjangkit penyakit. Dalam hal ini, paling banyak ditemui adalah penyakit hepatitis A, sipilis, dan HIV.

Darah yang terkontaminasi penyakit itu diketahui saat tahap screening. Yakni, tepat setelah darah yang didonorkan tersebut masuk karantina. “Pemusnahan darah dilakukan bekerja sama dengan pihak ketiga,” tegas Didik sembari menyebut pemusnahan menggunakan insenerator.

Untuk diketahui, selama ini UTD PMI melayani permintaan darah dari sejumlah RS di Nganjuk. Distribusi paling banyak ke RSUD Nganjuk sekitar 800 kantong per bulan. Kemudian, ke RSUD Kertosono sekitar 200 kantong.

“RS Bhayangkara dan RSI Nganjuk juga ada, sekitar 100 – 150 per bulannya,” papar Didik.

Pengambilan darah, lanjut Didik, tidak bisa dilakukan perorangan. Melainkan oleh petugas RS. Tujuannya, agar lebih aman dan untuk memudahkan koordinasi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia