Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pencabulan Anak: Pelaku Ajukan Penangguhan karena Cacat Fisik

17 September 2019, 15: 45: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Pencabulan Anak di Kediri

CACAT: Tersangka Kambali berjalan menuju sel tahanan (13/9). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri -  Pelaku pencabulan terhadap bocah asal Kecamatan Puncu, Kambali, 55, mengajukan penangguhan penahanan. Alasannya, lelaki yang pernah bekerja sebagai tukang cukur itu mengalami cacat fisik. Selain itu, juga karena faktor usia pelaku.

Keinginan mendapatkan penangguhan penahanan itu disampaikan oleh Taufik Dwi Kusuma, penasihat tersangka Kambali dari  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al Faruh. “Ketika berjalan Pak Kambali memerlukan tongkat,” dalih Taufik, saat ditemui di Mapolres Kediri kemarin (16/9).

Menurut Taufik, Kambali terlahir cacat secara fisik. Panjang kedua kakinya tak sama. Meskipun telah dibantu dengan tongkat, untuk berjalan masih kesulitan. Keadaan fisiknya yang seperti itulah yang membuatnya takut menikah.

Setelah kedua orang tuanya meninggal, laki-laki yang bekerja sebagai tukang potong rambut itu tinggal sebatang kara. Kambali akhirnya mengambil anak angkat. Anak angkat tersebut yang saat ini merawatnya.

Melalui Taufik, Kambali mengaku memiliki kasih sayang kepada anak-anak yang berada di sekitarnya. Kambali mengaku tak memiliki niat jahat terhadap anak-anak. Saat kejadian pencabulan itu, Kambali berdalih melihat Kuncup berganti pakaian. Karena gemas dia kemudian memegang anak itu.

“Perbuatan Pak Kambali tidak seperti pemberitaan yang tersebar di masyarakat,” kilah Taufik.

Ketika kejadian, Kuncup saat itu baru saja pulang sekolah. Saat Kambali datang, Kuncup meminta untuk digantikan baju. Lalu digantikan oleh Kambali. Pada saat menggantikan pakaian itulah dia kemudian mencolek bagian vital dengan maksud bercanda.

Karena kondisi rumah dalam keadaan sepi, saat itu yang mengetahui hanyalah Ra, 80, kakek Kuncup. Sementara itu, Kambali juga sudah lama mengenal orang tua Kuncup.

Sementara itu, kapan akan mengajukan penangguhan, Taufik mengatakan akan dilakukan pada minggu ini. Namun tanggalnya masih belum dia ditentukan.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan psikolog Vivi Rosdiana, cacat fisik sesorang tidak membuat dia tidak mungkin melakukan tindakan pencabulan. “Apapun alasanya dan latar belakannya tidak bisa dibenarkan,” tegas Vivi.

Vivi menjelaskan, apabila secara psikis, penyebabnya adalah dalam pengendalian diri. Dalam kasus itu Kambali tidak bisa melakukan pengendalian diri. Meskipun mengetahui hal tersebut melanggar norma sosial, agama, bahkan secara hukum, namun masih saja melakukan.

“Seperti halnya ketika kita sedang melihat handphone di meja, bukan berarti karena tidak ada yang mengambil maka dapat (kita) ambil seenaknya,” ujarnya menganalogi.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia