Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pencabulan Anak: Pendampingan Jadi Faktor Penentu

17 September 2019, 15: 08: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Pencabulan Anak di Kediri

Pencabulan Anak di Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Langkah pendampingan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri terhadap keluarga korban pencabulan asal Kecamatan Puncu dianggap tepat. Upaya itu bisa memulihkan kondisi psikologis korban dan keluarganya. Menghilangkan perasaan trauma terutama bagi korban yang masih berusia lima tahun.

Menurut psikolog Vivi Rosdiana, korban pencabulan yang dilakukan warga bernama Kambali, 55, masih berusia golden age. Korban, sebut saja namanya Kuncup, perlu asesmen agar bisa melewati rasa trauma yang kini menderanya.

“Dengan adanya pendambingan semoga ketakutannya dapat diminimalisasi agar tidak terjadi trauma,” ujar Vivi ketika dihubungi melalui via telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat tindakan tak senonoh yang dilakukan tetangganya itu Kuncup jadi trauma. Dia menggeneralisasi atau menyimpulkan bahwa semua lelaki sama. Yaitu melakukan perbuatan buruk pada dirinya. Terutama orang yang belum dikenalnya.

“Membuat si anak hanya mempercayai kedua orang tuanya yang menurutnya membuatnya nyaman,” terangnya.

Sementara itu, proses yang dilakukan adalah mengembalikan pemikiran Kuncup seperti semula. Yaitu tidak semua orang bertingkah laku seperti Kambali. Caranya adalah dengan menumbuhkan rasa aman dan rasa nyaman dengan orang lain.

Untuk keberhasilan proses asesmen tersebut tergantung dengan kondisi sang anak. Ada tipe anak yang sulit dan ada tipe anak yang sebaliknya. Karena itu, harus ada kedekatan antara orang tua dengan anak. Dengan kedekatan tersebut diharapkan dapat menghilangkan perasaan takut pada diri sang anak.

Namun, Vivi mengingatkan, dalam prosess asesmen setiap anak tidak bisa disamakan. Hal tersebut karena  setiap anak memiliki respon yang berbeda-beda. Agar berhasil, harus ada kerja sama orang tua dengan anak.

“Dengan adanya kedekatan tersebut dapat menyebabkan kekhawatiran ,emkado berkurang secara berangsur,” tutur Vivi.

Salah satu contoh cara orang tua untuk mendekati anak yang mengalami trauma adalah dengan mengantarkan sekolah anak terlebih dahulu. Apalagi setelah kejadian itu Kuncup lama tak bersekolah. Sehingga tahapannya seperti kembali ke awal kembali. “Jadi anak kembali diajari cara bersosialisasi dari awal,” terangnya.

Selain mengantarkan ke sekolah, orang tua dapat meminta kepada anak untuk menceritakan apa yang telah dilakukan. Namun ketika meminta bercerita tidak seperti sedang melakukan introgasi kepada anak.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan cara memberikan cerita. Yang mengambil contoh pengalaman yang sama tapi dengan bahasa yang dipahami oleh anak-anak. Dengan adanya cerita tersebut diharapkan  sang anak bisa mengambil sisi positif.

“Dibanding dengan diterangkan secara teori, anak akan lebih paham dengan adanya dongeng,” tutur Vivi.

Menghilangkan Trauma Korban Pencabulan

-         Orang tua menjadi kunci utama kesuksesan asesmen.

-         Dengan memberikan cerita, anak akan lebih mudah memahami.

-         Tidak semua anak korban pencabulan berakhir dengan trauma jangka panjang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia