Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Labelisasi Bisa Jadi Syok Terapi

17 September 2019, 13: 10: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

PKH

BELUM TUNTAS: Petugas dinsos PPPA didampingi perangkat desa memasang label miskin di rumah penerima PKH. (Dinas Sosial PPPA Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemasangan label miskin untuk keluarga prasejahtera penerima program keluarga harapan (PKH) mulai menunjukkan hasil positif. Keluarga mampu yang sebelumnya terdaftar dalam dari pusat itu, beberapa di antaranya merasa malu. Akhirnya, mereka memilih mengundurkan diri.

Untuk diketahui, pemasangan label miskin dilakukan dengan memasang plat berisi keterangan sang pemilik rumah merupakan kelompok keluarga prasejahtera penerima PKH. "Labelisasi ini ampuh sebagai syok terapi," ujar Kabid Linjamsos Dinsos PPPA Trisno Susilo kepada koran ini, Jumat (13/9).

Trisno mengatakan, dinsos PPPA sudah mengumpulkan sejumlah stakeholder dalam sosialisasi.  Di sosialisasi itu, beberapa keluarga mampu memutuskan untuk mundur. "Mereka malu. Rumahnya bagus dan mampu kok ada tanda keluarga prasejahtera," lanjut Trisno.

Sesuai keterangan petugas yang mendampingi kelompok penerima bantuan PKH, ada 2-9 keluarga yang mundur. Respons ini menurut Trisno menunjukkan tujuan pemasangan label berhasil. Sebab, label memang bertujuan memberi efek malu untuk keluarga yang mampu.

Diakui Trisno, hingga saat ini belum semua kecamatan memasang label tersebut. Hingga September ini, baru Kecamatan Sawahan, Ngronggot, Berbek, Pace, Prambon, Kertosono, Rejoso, dan Jatikalen yang memasang label miskin untuk penerima PKH.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia