Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Anggota Dewan Ramai-ramai Sekolahkan SK usai Dilantik

Pinjaman Capai Rp 920 Juta

17 September 2019, 12: 38: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

SK

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

Tingginya modal dalam pencalonan, membuat para legislator merogoh kocek dalam-dalam. Karenanya, begitu terpilih tak sedikit yang langsung “menyekolahkan” surat keputusan (SK) pengangkatannya untuk meminjam uang di bank.

Tradisi "menyekolahkan" SK itu sudah jamak terjadi di tiap awal periode jabatan para wakil rakyat. Tak hanya mengajukan pinjaman di satu bank, ada beberapa anggota yang mengambil kredit di dua lembaga keuangan.

Nominal pinjaman yang diajukan beragam. Yang tertinggi mencapai Rp 920 juta. "Besaran peminjaman terserah teman-teman (anggota dewan, Red). Maksimal Rp 920 juta," ujar salah satu anggota DPRD Nganjuk yang enggan namanya dikorankan.

Sesuai gaji yang diterima, para anggota dewan bisa mengajukan pinjaman antara Rp 300 juta hingga Rp 920 juta. Bagi yang tidak terlalu membutuhkan fresh money, mereka juga bisa mengambil pinjaman di bawah jumlah tersebut. Tergantung kesepakatan sang legislator dengan pihak bank.

Khusus untuk para anggota DPRD Nganjuk, mereka bekerja sama dengan Bank Jatim. Sebab, pemberian gaji para wakil rakyat itu memang lewat bank milik Pemprov Jatim tersebut. “Sudah sejak periode sebelumnya ya seperti itu,” lanjutnya.

Seperti teman-temannya, dia juga selalu menjadikan SK miliknya sebagai jaminan pinjaman."Hampir semua anggota dewan menjaminkan SK masing-masing di Bank Jatim. Sekitar 90 persen anggota dewan melakukannya," klaimnya.

Sesuai jabatan anggota dewan, pinjaman dicicil dalam jangka waktu 59 bulan. Hampir seumur masa menjabat anggota dewan, yakni selama 5 tahun. Setiap bulannya, uang yang harus disetorkan sekitar Rp 24 juta. "Diambilkan atau dipotong dari gaji tiap bulannya," tandasnya.

Meski dipotong puluhan juta rupiah, para anggota dewan masih mendapatkan uang sisa. Sebab, gaji ditambah tunjangan yang diterima sekitar Rp 28 juta. Sesuai hitungan,s eharusnya wakil rakyat menerima sekitar Rp 4 juta. Tetapi, setelah dikurangi potongan partai dan kebutuhan lain-lain, jumlah yang mereka terima lebih kecil lagi.

Karenanya, jumlah gaji bersih yang diterima anggota dewan setelah dipotong kebutuhan lain-lain hanya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Tak heran, mayoritas anggota dewan tinggal menunggu uang perjalanan dinas dari kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah.

Nilai uang perjalanan dinas yang berkisar Rp 3 juta-Rp 9 juta tiap kali kunker. Jika dalam sebulan ada dua hingga tiga kali kunker, mereka tetap saja mengumpulkan pendapatan dalam jumlah yang relatif besar. “Tidak besar. Biaya pencalonan ada yang sampai Rp 1,7 miliar,” akunya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia