Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Larung Sesaji Genjot Wisatawan ke Kelud

16 September 2019, 18: 13: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

larung sesaji

AKU DAPAT: Warga dan pengunjung berusaha mengambil hasil bumi yang ditempel di tumpeng-tumpeng Larung Sesaji. Kemarin, acara tahunan itu mampu menyedot pengunjung di lokasi wisata tersebut. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Hidup di Lereng Gunung Kelud adalah keberkahan. Meskipun selalu diintai bahaya letusan tapi keberadaan gunung tersebut adalah berkah bagi belasan desa di sekitarnya. Karena gunung yang juga bernama Kampud ini menyediakan kesuburan lahan. Yang menjadi sumber mata pencaharian warga desa.

Alasan itu yang mendasari pelaksanaan acara ritual tahunan Larung Sesaji. Sabtu lalu (14/9) ritual dengan cara mengarak sesajian yang berasal dari hasil pertanian dan ternak itu kembali berlangsung. Sebagai wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena memberikan hasil bumi melimpah.

“Tujuan kami berharap keselamatan. Hidup di lereng Kelud ini meskipun nanti sewaktu-waktu meletus tapi kami masih diberi keselamatan,” ucap Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Sukemi, di sela-sela kegiatan Larung Sesaji.

Bagi para petani di wilayah ini, Larung Sesaji juga cara berdoa agar hasil bumi bisa melimpah. Karena tanaman subur dan melimpah berarti kesejahteraan bagi warga di sekitar lereng Kelud.

Ritual kemarin diawali dengan doa bersama. Berlangsung sebelum arak-arakan warga yang mengusung berbagai sesajian mulai berjalan. Setelah itu, dengan berjalan kaki, ratusan warga berjalan kaki menuju puncak Kelud.

Berada paling depan adalah para sesepuh dan jajaran pejabat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ngancar. Di belakangnya disusul arak-arakan yang didahului warga yang berdandan ala Dewi Kilisuci. Baru di belakangnya mengekor warga yang membawa aneka rupa sesajian. Mulai dari hasil bumi, tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya, serta miniatur hewan-hewan.

Sejatinya, sesajian yang disiapkan tersebut tidak benar-benar dilarung. Beraneka sesajian itu hanya diarak. Kemudian diperebutkan oleh warga. Sedangkan ritual larung yang sebenarnya sudah berlangsung pagi harinya di danau kawah Gunung Kelud.

Sesampai di titik yang dituju, sekitar satu kilometer dari tempat berangkat, rombongan berhenti. Di tempat itu warga mulai menggelar doa. Dipimpin oleh juru kunci Gunung Kelud Mbah Ronggo. Dari mulut sang juru kunci mengalun doa-doa keselamatan bagi warga Kediri, terutama warga lereng Kelud.

Setelah acara doa selesai, puncak kegiatan yang ditunggu-tunggu terjadilah. Warga berebut gunungan sesajen. Tak hanya warga, para penonton dan wisatawan yang hadir ikutan berebut. Mereka mengambili benda-benda yang tertempel. Baik itu berupa sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya.

Warga terlihat asyik mengikuti acara rebutan. Seperti yang dirasakan oleh Yuli Astutik. Pengumjung asal Kabupaten Gresik ini mengaku baru pertama kali ke Gunung Kelud. Ia penasaran dengan ritual yang dilakukan ini. “Semoga tahun depan bisa ke sini lagi,” ujarnya.

Ia mengaku momen yang paling menarik adalah saat ritual. Termasuk ketika rebutan gunungan tumpeng. Menurutnya tradisi dengan ritual Jawa yang dilakukan masih sangat kental.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan Larung Sesaji menjadi momentum mereka menggelorakan wisata. Utamanya wisata Gunung Kelud. Dengan kegiatan seperti ini dia berharap Pemkab Kediri dapat meningkatkan minat wisatawan mengunjungi wilayahnya.

“Ke depan kami sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri akan selalu mendukung kegiatan ini untuk bisa lebih baik lagi dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Menurutnya, minat wisatawan ke Gunung Kelud semakin tahun semakin meningkat. Hal tersebut menjadi aset berharga Kabupaten Kediri.

“Wisata di Kabupaten Kediri terutama Gunung Kelud ini sudah bukan menjadi wisata alternative. Tetapi wisata tujuan pokok di Jawa Timur,” ungkapnya.

Larung Sesaji sendiri, menurut Wignyo, menjadi satu rangkaian dengan Festival Kelud. Dan dengan Festival Kelud itu pemkba berharap jumlah wisatawan semakin meningkat.

Sebagai pemantik minat wisatawan, ada atraksi budaya lain dalam rangkaian Larung Sesaji kemarin. Yaitu penampilan Tari Reog dan Bujang Ganong. Pementasan ini dilaksanakan di area parkir atas wisata Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Ngancar. Para penampil dengan semangat dan lincah memukau penonton dengan atraksinya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia