Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Bedah Buku Pu Gajah Mada, Menyibak Pembelokan Sejarah Era Kolonial (.)

Mada Bergelar Mahapatih Mangkubhumi

16 September 2019, 17: 22: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

agus sunyoto

KENANGAN: Agus Sunyoto membubuhkan tanda tangan pada buku karyanya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Agus Sunyoto memiliki keinginan kuat menyibak misteri Gajah Mada. Hingga ia menuangkan cerita-cerita terkait mahapatih Majapahit tersebut dalam bentuk novel sejarah. Bahan bacaan yang menginspirasi. Terutama bagi generasi yang sudah kehilangan figur keteladanan dari pemimpin sebangsanya.

Kisah terakhir yang tertulis dalam bahan bacaannya adalah ketika Mada menjadi penyelamat Maharaja Jayanegara. Berawal dari ketidakpuasan rakyat akan kepemimpinan Sri Jayanegara. Meluas dan menguat hingga Maharaja Majapahit tersebut memanggil Mada untuk diangkat menjadi Bekel Prajurit Pangalasan Dharma Putera. Ia menggantikan Ra Kuti.

Gelombang besar yang menghantam Sri Jayanegara berupa pemberontakan Ra Kuti dan Ra semi menempatkan Mada sebagai pahlawan yang menjadi penyelamat Maharaja Jayanegara. “Atas jasanya, Mada pun diangkat menjadi Patih Kahuripan,” kata Agus Sunyoto.

Namun, ancaman tetap mengintai Majapahit meski Mahapatih Dyah Halayudha sudah dijatuhi hukuman mati. Takdir memutuskan Sri Jayanegara hidupnya berakhir di tangan Ra Tanca.

Sementara di bawah Sri Maharani Tribhuwana Tunggadewi, kerajaan ditandai pemberontakan-pemberontakan dari penguasa yang ingin membebaskan diri dari Majapahit. Hal tersebut menempatkan Mada menjadi Nayakapraja yang membantu Arya Tadah. Sosok yang bijak yang dijadikan guru oleh Mada.

Nah, ketika Mahapatih Arya Tadah itu lengser karena usia tua  maka Mada lah yang menggantikannya. “Jabatannya adalah Mahapatih Mangkubhumi Majapahit,” jelasnya.

Sementara Garbhapati nama Mada pun diubah menjadi Abhisekanama: Pu Gajah Mada. Menurutnya itu sungguh jabatan yang luar biasa tinggi. Dan membuat Arya Tadah pun merasa heran.

Atas titah Ibu Suri Sri Maharajapatni, Pu Gajah Mada membulatkan tekad untuk menjalankan rencana besar. Rencana itu adalah meneruskan cita-cita luhur Sri Prabhu Kertanegara. “Mempersatukan Nusantara di bawah Panji kebesaran Majapahit yang merupakan kelanjutan Singhasari,” tandasnya.

Tentu, dari semua itu, sejarah pun mencatat, bagaimana dengan kecerdasan, kecerdikan, kesabaran, kebijaksanaan, kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keyakinan diri yang kuat. Gajah Mada dapat melampaui semua masalah berat yang menghalanginya. Gajah Mada tulus mengabdi, tanpa pamrih menjaga  Kerajaan Majapahit. Menjadikannya dikenang sebagai pahlawan besar oleh penduduk Nusantara. Dari zaman ke zaman, bahkan hingga saat ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia