Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Cecep Sunariya, Anggota Satpol PP Kota Kediri yang Jadi Pelatih Kempo

Ajak Anjal yang Terjaring Razia Ikut Latihan

14 September 2019, 14: 40: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

satpol kempo

BERSEMANGAT : Cecep Sunariya berfoto bersama staf administrasi Satpol PP Kota Kediri yang juga berkecimpung di olahraga kempo. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Menjadi petugas penegak peraturan daerah (perda) di Kota Kediri tidak menghalangi Cecep Sunariya terus mendalami hobi kemponya. Ia dapat membagi waktu dengan baik terhadap hobi dan pekerjaannya.

IQBAL SYAHRONI, KOTA, JP Radar Kediri

Suara petugas yang kembali dari patroli rutin jalan raya terdengar dari dalam ruang kantor Satpol PP Kota Kediri, Senin (9/9) sore. Para personel penegak perda itu pulang dari patroli dan melaporkan bahwa kejadian siang itu tidak ada pelanggaran yang mencolok.

cecep kempo

BERPRESTASI : Cecep Sunariya (tengah) bersama dua murid kemponya yang mendapatkan medali dalam ajang Porprov Jatim 2019 di Lamongan. (CECEP SUNARIYA for radarkediri.id)

Hanya saja, pagi sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mengamankan beberapa anak jalanan di perempatan Semampir. Mereka mendapati enam anak jalanan yang rata-rata berumur 18 tahun sedang mengamen.

“Masih menunggu konfirmasi dari dinas sosial tempat mereka tinggal, karena memang bukan dari Kota Kediri juga,” ujar petugas Satpol PP Kota Kediri bernama Cecep Sunariya.

Setelah membangunkan anak-anak jalanan yang sedang bermalas-malasan di ruangan belakang kantor satpol PP, Jalan Veteran, Mojoroto, Cecep menyuruh mereka mencuci muka dan membersihkan diri.

Pria 32 tahun ini juga memberikan pembinaan terhadap enam remaja yang terjaring razia karena luntang-lantung di jalanan. “Seharusnya, kalau masih kuat lebih baik berbuat yang tidak merusak tubuh atau bekerja saja,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Cecep sendiri tidak bisa berbuat banyak dengan para anak jalanan ini. Karena, ia juga sempat beberapa kali mengajak anak jalanan atau pengamen untuk ikut latihan kempo dengannya. Benar, selain aktif menjadi petugas penegak perda, Cecep adalah pelatih Kempo di Kota Kediri.

Lelaki asal Desa/Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri ini menjelaskan bahwa ajakannya kepada anak-anak jalanan tidak pernah digubris. “Niat saya agar mereka tidak di jalanan lagi di umur yang masih muda ini, tapi, ya, kalau sudah diajak, tapi para anak jalanan ini tidak bersungguh-sungguh, tidak bisa dipaksakan,” paparnya.

Memang, untuk menekuni kempo harus dipersiapkan mental dan niat kuat dari dalam diri. Jika dari niat saja sudah tidak ada, maka semua pelajaran menjadi sia-sia.

Cecep menekuni kempo sejak sekolah dasar (SD). Melihat kakak lelakinya mengikuti lomba-lomba dan berlatih kempo, dia terpacu mengikuti jejaknya. “Saya juga dipeseni sama kakak, kalau mau bersungguh-sungguh, pasti bisa,” ujarnya.

Sempat vakum saat masuk SMP karena ia melanjutkan pendidikan di pondok pesantren, Cecep baru melanjutkan hobi kempo setelah masuk SMA. Saat mengemban ilmu di SMA Purwoasri, pemuda yang murah senyum ini menekuni ekstrakurikuler kempo di sekolahnya.

Hingga sempat ia diangkat oleh pelatihnya untuk menjadi asisten pelatih di sekolahnya. Karena, selain sudah senior di sekolahnya, Cecep juga sudah sabuk hitam. “Jadi asisten, juga sebagai atlet, capek Mas tapi kalau sudah senang, nggak terasa lagi,” lontarnya sambil bercanda.

Mulai dari menjadi asisten, ia diangkat menjadi pelatih kempo di Kota Kediri sekitar tahun 2014. Berlatih pada Kamis sore, dan Minggu pagi, tidak membuat lelaki yang aktif bekerja sebagai Satpol PP Kota ini untuk meninggalkan pekerjaan dan misi yang ia emban untuk membuat kempo di Kota Kediri unggul.

“Saya juga sudah meminta izin ke kasatpol PP, kabid, kalau saya ada jadwal melatih Kamis sore dan Minggu pagi di Koramil Kota. Jadi, kalau pada jam tersebut regu saya ada piket, saya meminta izin untuk melatih, lalu kembali lagi patroli dengan regu, kalau latihan sudah selesai,” urainya.

Determinasi dan dedikasi yang diberikan Cecep sebagai pelatih kempo dan petugas Satpol PP Kota Kediri ini ia dapatkan saat sudah menekuni olahraga kempo sejak kecil. Kedisiplinan, kesetiaan, kesederhanaan, dan kehormatan. Ia juga terus berharap bahwa generasi muda di Kota Kediri tidak mudah terjerumus ke lubang keputusasaan.

Jam di kantor Satpol PP Kota Kediri sudah menunjukkan pukul 15.40 WIB. Saatnya Cecep absen karena sif Regu 3 Satpol PP hari itu seharusnya sudah berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Cecep tengah bersiap pulang dan menikmati waktu istirahatnya dengan istri dan anaknya di rumah.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia