Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Sekolah Rusak Ringan, Perbaikan Bisa Pakai DAU

14 September 2019, 12: 39: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

sekolah rusak ngronggo

KEBUT PERBAIKAN: Seorang pekerja memperbaiki jendela ruang kelas di SD Negeri Ngronggo 6. Perbaikan kerusakan ringan bisa melalui DAK. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Ada cara lain bagi sekolah-sekolah yang gedungnya mengalami kerusakan. Mereka bisa mengajukan perbaikan melalui anggaran dari dana alokasi umum (DAU). Pencairan dana tersebut sangat bergantung pada pengajuan dari pihak sekolah. Namun, itu khusus untuk kerusakan yang bersifat fingan.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Ibnu Qayim, sekolah bisa mengakses dana tersebut. Caranya, sekolah bisa mengajukan anggaran untuk kerusakan ringan. Seperti plafon (langit-langit) rusak, pengecatan ruang kelas, dan kerusakan kecil lainnya. “Ada anggaran untuk kerusakan ringan,” katanya.

Setiap tahun, kata Ibnu, pihaknya mengalokasikan kerusakan ringan melalui DAU di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk mendapatkan anggaran tersebut, sekolah harus mengajukannya ke disdik terlebih dulu.

”Perlu ada pengajuan dulu,” ungkap pria yang pernah berdinas di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Kediri ini.

Dia mengakui pihaknya memang tidak membatasi besarnya penerimaan DAU di setiap sekolah. Hanya saja, sebelum dana dikucurkan ke sekolah, disdik akan melakukan verifikasi di lapangan. “Termasuk kerusakan ringan atau sedang,” katanya.

Untuk kerusakan ringan, disdik cukup menyalurkan DAU ke sekolah. Adapun kerusakan sedang dan berat, sekolah harus mengajukan melalui DAK. Untuk pencairannya, DAK tidak bisa diterima langsung oleh sekolah di tahun itu.

“Jadi besarnya anggaran ditentukan kategori kerusakannya. DAU tidak boleh dipakai untuk kerusakan sedang dan berat,” ujarnya.

Untuk diketahui, total DAK fisik 2019 sebesar Rp 14,267 miliar. Rinciannya, untuk SD sebesar Rp 7,201 miliar dan SMP Rp 6,114  miliar. Selain itu, disdik juga mengalokasikan untuk taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan ana usia dini (PAUD) sebesar Rp 951,679 juta.

Dari jumlah tersebut, anggaran paling banyak digunakan untuk rehab ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Di SD, ada 16 lembaga yang mendapat bantuan rehab ruang kelas. Sedangkan di SMP, ada lima lembaga. Untuk di PAUD dan TK, ada tiga lembaga.

Dengan pengucuran DAU untuk perbaikan ringan, Ibnu mengatakan, sekolah bisa mencegah kerusakan menjadi lebih besar. Sehingga, mereka tidak harus menunggu DAK untuk merehab ruang kelas. “Jadi bisa dicegah lebih dulu sebelum menjadi lebih besar,” ujarnya.

Sebab, verifikasi penerima DAK langsung dari pemerintah pusat. Disdik Kota Kediri tidak bisa menentukan sekolah mana yang mendapat bantuan. Apalagi SD dan SMP yang sudah menerima DAK, tidak bisa mendapat anggaran lagi di tahun berikutnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia