Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pantau Jamaah Haji Risiko Tinggi

14 September 2019, 09: 49: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Tes

HOME VISIT: Petugas mendatangi rumah jamaah haji risti untuk memeriksa kesehatannya sepulang dari Tanah Suci. (Dinkes Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemantauan kondisi kesehatan jamaah haji tidak hanya dilakukan sebelum keberangkatan saja. Setelah kepulangan pun, dinas kesehatan tetap memantau kondisi mereka. Terutama jamaah haji risiko tinggi (risti).

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Nganjuk S. Kundariana mengatakan, pemantauan kesehatan jamaah haji risti itu untuk memastikan mereka dalam kondisi fit usai melaksanakan ibadah di Tanah Suci. “Kami ingin memastikan jamaah yang pulang dari Arab Saudi ini tidak ada yang membawa ‘oleh-oleh’ penyakit,” kata perempuan yang akrab disapa Kun itu.

Pasalnya, pada saat penyelenggaraan ibadah haji, umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di sana. Kemungkinan adanya penyebaran atau terjangkitnya penyakit pun tak terelakkan.

Karenanya, dinkes menekankan pemeriksaan kesehatan setelah kepulangan jamaah. Beberapa penyakit “oleh-oleh” yang paling menjadi perhatian, salah satunya adalah Ebola.

Beruntung, dalam pemeriksaan hingga pertengahan September ini tidak ada yang terindikasi penyakit tersebut. Pun penyakit berbahaya lainnya.

“Biasanya kalau penyakit seperti itu, pada awal-awal kepulangan langsung terdeteksi. Bahkan, saat di bandara mungkin sudah terlihat. Alhamdulillah, di sini tidak ada,” tutur perempuan berjilbab itu.

Dikatakan Kun, jangka waktu pemeriksaan kesehatan akan dilakukan hingga H+21kepulangan jamaah haji. Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan jamaah haji akan berlangsung hingga 21 September nanti.

Ditanya tentang teknis pemeriksaan kesehatan, Kun menjelaskan, para jamaah bisa langsung mendatangi puskesmas di tempat tinggalnya masing-masing. Di sana, petugas kesehatan telah diberi instruksi untuk melakukan pelayanan tersebut. “Tidak ada jadwal pasti. Kapan pun pasti dilayani,” tegas Kun.

Khusus untuk jamaah yang tidak bisa datang langsung ke puskesmas, akan langsung didatangi di rumahnya. Layanan home visit ini khusus untuk jamaah haji risti. Hingga pertengahan September ini, baru sekitar 30-35 persen jamaah haji yang menjalani pemeriksaan. Atau sekitar 200 dari total sekitar 700 jamaah haji.

Untuk diketahui, berdasar pemeriksaan kesehatan selama dua minggu terakhir, mayoritas jamaah hanya menderita batuk, pilek, dan kelelahan saja. Penyakit yang berbeda khusus untuk jamaah yang memang memiliki riwayat penyakit bawaan. “Kalau penyakit degeneratif memang banyak,” imbuh sembari menyebut penyakit stroke, darah tinggi, diabetes, dan lain sebagainya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia