Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Labelisasi Baru Tuntas 40 Persen

Pemasangan Tanda Miskin di Rumah Penerima PKH

14 September 2019, 09: 33: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Label

LABELISASI: Petugas memasang label miskin di salah satu rumah keluarga pra-sejahtera penerima PKH di Kecamatan Berbek. (Dinsos PPPA Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos) PPPA Nganjuk juga memasang label miskin di puluhan ribu rumah warga penerima program keluarga harapan (PKH). Sayangnya, pemasangan label yang berguna untuk memudahkan monitoring itu baru tuntas kurang dari separo.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PPPA Nganjuk Trisno Susilo mengatakan, pemasangan label atau plat bertanda miskin di rumah penerima PKH memang belum tuntas. Alasannya, pemasangan tidak bisa dilakukan serentak. Melainkan, tergantung kesiapan tenaga di lapangan. “Dipasang bertahap,” ujar Trisno.

Dikatakan Trisno, di Kabupaten Nganjuk total ada 52 ribu keluarga penerima PKH. Mereka tersebar di 20 kecamatan. Jumlah terbanyak dari Kecamatan Ngronggot sebanyak 4,7 ribu. Kemudian, Kecamatan Loceret 4, 4 ribu, adapun yang terkecil dari Kecamatan Ngluyu sebanyak 513 keluarga.

PKH

(Grafis Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Dari puluhan ribu keluarga penerima PKH tersebut, menurut Trisno hingga September ini baru sekitar 40 persen saja yang rumahnya dipasang label bertuliskan, “Keluarga pra sejahtera (miskin) penerima PKH”. Sisanya, masih belum terpasang. 

Trisno melanjutkan, pemasangan label miskin di rumah penerima PKH tersebut sebagai tanda bahwa keluarga itu memang layak mendapat bantuan. Keberadaan label menurut Trisno juga memudahkan petugas melakukan pengecekan dan monitoring.

Hanya dengan melihat label di rumah, mereka bisa dengan mudah mengelompokkan keluarga yang mendapat PKH dan yang bukan. “Sehingga perkembangan kesejahteraan keluarga mudah dipantau,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pelabelan dilakukan dengan dua cara. Yaitu, dengan memasang stiker atau dicat di plat khusus. Dinsos PPPA Nganjuk, jelas Trisno, memilih memasang label dengan mengecat plat dengan pilox.“Kalau di cat lebih jelas dibandingkan hanya stiker. Ukurannya 60 x 40 sentimeter,” terang Tris sembari menyebut pelabelan merupakan instruksi dari pemerintah pusat pada Juni lalu.

Sementara itu, di Nganjuk PKH sudah berlangsung sejak 2013 lalu. Setiap tahun jumlah penerimanya mengalami fluktuasi. Sesuai hasil pendataan, keluarga yang tergolong miskin sesuai kategori desil 1-3 akan mendapat PKH.

Besaran dana PKH yang diterima beragam. Tergantung indikator di tiap keluarga. Misalnya, keberadaan ibu hamil, anak sekolah hingga lansia di dalam keluarga. Karenanya, nilai PKH berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 2,4 juta per tahun.

Menurut Trisno, di tiap keluarga maksimal ada empat orang yang menerima PKH. Khusus untuk lansia miskin, patokan untuk tahun ini harus berusia minimal 60 tahun. Sebelumnya, lansia dengan umur 70 tahun baru menerima PKH.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia