Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Rahadian Fatawi, Raih Penghargaan dari Rekor Prestasi Indonesia

Jalin Kerja Sama dengan Banyak Brand Besar

14 September 2019, 09: 20: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

penghargaan rekor prestasi

PROFESIONAL: Rahadian memegang sertifikat dari Rekor Prestasi Indonesia. (Rahardian for radarkediri.id)

Share this          

Rahadian Fatawi memang sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala SMK Al Huda Kediri. Tapi sisa-sisa kerja kerasnya saat itu masih ada. Salah satunya adalah penghargaan Prestasi Profesional yang datang dari Rekor Prestasi Indonesia.

BAGUS ROMADHON, Kota, JP Radar Kediri

Rahadian Fatawi duduk di salah satu kursi kantin salah satu kampus negeri yang ada di Kediri. Di tingkahi aroma wangi dari cangkir-cangkir kopi  yang tersaji, wajah lelaki yang kini menjadi pengajar di MAN 1 Kota Kediri tersebut terlihat semringah.

“Alhamdulillaah, nggak  menyangka masih ada yang memberikan apresiasi,” ujar Rahadian, membuka obrolan dengan Jawa Pos Radar Kediri.

Penghargaan yang dimaksud lelaki yang beberapa tahun mengabdikan diri sebagai kepala SMK Al Huda Kota Kediri tersebut diterimanya Jumat (6/9) lalu. Tempatnya di Hotel Majapahit Surabaya. Penghargaan itu bertajuk ‘Prestasi Profesional. Diberikan oleh lembaga nasionan bernama Rekor Prestasi Indonesia.

Bukan tanpa alasan kantor Rekor Prestasi Indonesia memberikan penghargaan kategori Prestasi Profesional itu. Kiprah Rahadian semasa menjabat sebagai kepala sekolah dalam mengembangkan lembaga yang dia pimpin menjadi salah satu kriteria penilaian. Termasuk profesionalisitas menjalankan pekerjaan.

“Semua itu juga berkat dari dukungan teman-teman (di SMK Al Huda) selama saya bertugas di sana,” jelasnya.

Memang, sembilan tahun Rahadian memimpin sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Masjid Al Huda Kota Kediri tersebut. Selama itu pula banyak yang sudah ditorehkan oleh lelaki berkacamata ini. Prestasi  yang menjadikan SMK Al Huda mendapatkan kepercayaan lebih dari para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka. Kini sekolah tersebut masuk menjadi salah satu SMK swasta favorit di Kota Kediri.

Rahadian juga dikenal lincah. Terbukti dia bisa menjalani kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan SMK Al Huda kala itu. Beberapa di antaranya dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki brand terkenal. Mulai dari Samsung, Honda, dan Evercoss.

Tentu saja, agar bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut tentu tidaklah mudah. “Salah satu indikatornya memang soal profesionalisme dalam mengelola lembaga. Kalau dinilai tidak profesional akan ditolak,” tandas pria yang sedang menempuh pendidikan doktor tersebut.

Rahadian kemudian menceritakan bagaimana susahnya menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan multinasional seperti itu. Misalnya, saat dia hendak bekerjasama membuka kelas Samsung Tech. Agar bisa mendapatkannya, SMK Al Huda kala itu harus bersaing dengan 500 sekolah lainnya!

Selain banyak menjalin relasi dengan perusahaan besar, Rahadian juga getol menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan di luar negeri. Seperti kerjasama dengan Intrachai Comercial College dan Chainat Technical Colloge yang berasal dari Negeri Gajah Putih, Thailand. 

Di internal lembaga yang dipimpin, Rahadian juga berusaha untuk dekat dengan siapapun. Dengan begitu, akan menumbuhkan kekompakan dalam memajukan sekolah. Soal insentif dan tunjangan para guru dan pegawai lainnya juga ikut diperhatikan. Bahkan mereka yang dianggap berprestasi diberi apresiasi dengan diberangkatkan umrah.

“Ya itu bagian dari reward atas kerja keras mereka yang bersama-sama membesarkan sekolah dan mendidik para siswa,” tutur Rahadian yang saat ini bertugas menjadi guru di MAN 1 Kota Kediri.

Kendati tak lagi di SMK Al Huda, Rahadian berharap sekolah yang pernah dipimpin tersebut bisa terus berkembang dan semakin dipercaya oleh masyarakat. “Semoga semakin banyak meraih prestasi,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia