Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Dana Miliaran untuk Rehab Sekolah Rusak di Kediri

12 September 2019, 19: 22: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

sekolah rusak

REALISASI ANGGARAN: Pekerja sedang memperbaiki bangunan SDN Ngronggo 6 Kota Kediri yang mengalami kerusakan. Anggaran perbaikan sekolah itu menggunakan DAK fisik. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Belasan gedung sekolah di Kota Kediri mengalami kerusakan. Tahun ini, Pemkot Kediri mengucurkan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik mencapai lebih dari Rp 14 miliar. Pencairannya baru tahap pertama sekitar 25 persen.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Ibnu Qayim mengatakan, total DAK fisik tahun ini sebesar Rp 14,267 miliar. Rinciannya, untuk SD sebesar Rp 7,201 miliar dan SMP Rp 6,114  miliar.

Selain itu, juga dialokasikan untuk taman kanak-kanak (TK) dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Totalnya sebesar Rp 951,679 juta. “(Anggaran) SD yang paling besar,” kata Ibnu kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Perbaikan Sekolah Rusak di Kediri

Perbaikan Sekolah Rusak di Kediri (radarkediri.id)

Dia mengungkapkan, anggaran DAK fisik dialokasikan untuk rehabilitasi (rehab) dan pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah. Meliputi ruang kelas, guru, perpustakaan, laboratorium (lab), dan pengadaan peralatan lab komputer serta buku koleksi perpustakaan.

Dari anggaran yang dikucurkan, Ibnu mengakui, DAK paling banyak digunakan untuk rehab kelas dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SD dan SMP. “Baik yang rusak sedang maupun berat,” katanya.

Tahun ini, lanjut Ibnu, ada 16 SD yang mendapat bantuan rehab kelas. Total anggarannya sebesar Rp 5,977 miliar. “Ada yang satu lokal sampai tiga lokal,” ungkap pria yang pernah berdinas di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Kediri ini.

Adapun untuk RKB, menurut dia, ada empat SD yang menerima anggaran sebesar Rp 1,024 miliar. Yakni di SDN Balowerti 1, SDN Mrican 4, SDN Gayam 2, dan SDN Gayam 1.

Di SMP, anggaran rehab kelas mendapat kucuran sebesar Rp 1,541 miliar. DAK tersebut diberikan kepada lima lembaga. Meliputi SMP negeri maupun swasta. Yakni SMP Airlangga; SMP PGRI 1; SMPN 7; SMPN 5; dan SMPN 2 Kota Kediri. Sedangkan RKB untuk SMPN 5 dengan anggaran Rp 250 juta.

Ibnu mengungkapkan, DAK 2019 tahap pertama baru dicairkan pada 7 Agustus lalu. Setiap sekolah, menerima 25 persen dari total anggaran yang diterima. Untuk tahap kedua akan dicairkan 45 persen. “Yang ketiga, sisanya 30 persen,” ungkapnya.

Di pencairan kedua, Ibnu melanjutkan, sekolah harus membuat laporan keuangan tahap pertama. Setelah itu, disdik baru menyalurkan yang 45 persennya.

Lebih jauh, dia mengatakan, usulan penerima DAK sudah dibuat setahun sebelumnya. Jadi setiap sekolah mengirimkan kondisi sekolah melalui aplikasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Nanti yang memutuskan dari pusat, sekolah mana saja yang menerima,” ujarnya.

Untuk tahun depan, Ibnu mengatakan, sekolah sudah mengirimkan laporan lewat aplikasi dan data pokok pendidikan (dapodik). Pada Desember nanti, disdik baru mengetahui jumlah sekolah yang menerima DAK. Biasanya, penerima DAK tahun ini, tidak bisa lagi mendapat di tahun berikutnya.

DAK Fisik Kota Kediri 2019 

Lembaga                Alokasi

SD                            Rp 7,021 miliar

SMP                         Rp 6,114 miliar

PAUD dan TK                   Rp  951,679 juta

Total                        Rp 14,267 miliar

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia