Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Budidaya Tembakau Rakyat di Kediri

12 September 2019, 18: 15: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Budidaya Tembakau Rakyat di Kediri

Share this          

Tembakau asli atau tembakau rakyat ialah tembakau yang ditanam oleh rakyat. Mulai dari pembuatan pesemaian, pananaman, dan pengolahan daunnya sehingga siap untuk dijual di pasaran.

Dalam bahasa asing, tembakau ini disebut native tobaccoes atau bevolkings tabak. Tembakau asli atau rakyat dikenal sebagai ‘tembakau jenis daerah’ juga sering disebut ‘landras’.

Di Kabupaten Kediri, sentra tanaman tembakau bisa ditemukan di Desa Parang, Kecamatan Banyakan; Desa Gambyok Kecamatan Grogol; Desa Kanyoran, Kecamatan Semen; Desa Keniten dan Desa Maesan Kecamatan Mojo; Desa Kaliboto, Kecamarn Tarokan

Tembakau rakyat ditanam oleh petani secara campur aduk (terdiri dari berbagai varietas) dan sebagian besar pembenihannya dilakukan sendiri oleh petani. Hal ini yang agak menyulitkan pelacakan varietas secara pasti.

Belum lagi pengaruh percampuran dengan benih-benih impor sehingga varietas tembakau asli semakin heterogen, tidak mengherankan kalau sekarang banyak dijumpai bermacam-macam varietas dalam satu hamparan pertanaman yang dilakukan oleh petani.

Langkah pertama dalam pembibitan adalah mengadakan benih yang bermutu dari varietas unggul. Benih yang bermutu dan varietas unggul dapat menentukan hasil tembakau. Pada prinsipnya pembibitan tembakau dapat dilakukan secara bedengan dengan hasil bibit tembakau cabutan atau sistem polybag dengan hasil bibit dalam polybag.

Pengolahan tanah ditujukan untuk memberi kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan akar tanaman tembakau, sehingga sistem perakaran berkembang baik dan mampu menyerap air serta unsur hara dalam jumlah yang cukup untuk menunjang pertumbuhan yang terjadi dalam waktu singkat.

Setelah dilakukan pengolahan tanah, tanah dibasahi dan benamkan bibit sedalam leher akar, dan waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

Penggunaan pupuk yang tepat, baik berupa pupuk organik dan anorganik (N,P,dan K). Penggunaan phospor (P) dalam komposisi pupuk karena phospor berfungsi untuk pertumbuhan akar dan penyusunan inti sel, lemak dan protein. Kandungan phospor dalam SP 36 sebesar 36%. Tanda tanaman kekurangan P yaitu daun menjadi tampak tua warnanya menjadi merah kecoklatan.

Seperti pada umumnya tanaman, tembakau juga memerlukan perawatan agar dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan tembakau yang berkualitas. Pemeliharaaan tanaman tembakau dimulai dari umur tanaman tembakau masih muda. Adapun Beberapa langkah pemeliharaan tanaman tembakau yaitu  pengairan dan penyiraman, penyulaman, pembumbunan, penyiangan, dan pemangkasan.

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan kerugian cukup besar pada tanaman tembakau adalah penyakit lanas, penyakit rebah kecambah, penyakit kerupuk dan penyakit layu bakteri. Konsep pengendalian hama dan penyakit tanaman adalah pengendalian secara terpadu. Dalam hal ini yang penting adalah melakukan pengamatan perkembangan populasi hama atau penyakit. Apabila populasi hama dan penyakit melewati titik kritis ambang ekonomi maka harus dilakukan pengendalian baik secara fisik, mekanik, biologis, teknik budidaya maupun secara kimia.

Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan. Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia