Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Pelatihan Peningkatan Usaha Tani Cengkih di Desa Parang

12 September 2019, 17: 53: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

cengkih desa parang

BELAJAR: Warga Parang saat mengikuti pelatihan.

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Prospek pengembangan budidaya tanaman cengkih memiliki potensi yang sangat bagus dikarenakan saat ini Indonesia merupakan negara produsen sekaligus konsumen cengkih terbesar di dunia.

Berdasarkan potensi dan keistimewaan tanaman cengkih tersebut, maka Dinas Petanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri khususnya bidang Pengelolaan Perkebunan mengadakan pelatihan peningkatan usaha tani tanaman cengkih di Kecamatan Banyakan, Rabu (4/9).

Pelatihan ini terdiri atas pembahasan mengenai analisa usaha tani cengkih, cara pembuatan pestisida nabati, dan pelatihan pembibitan. Juga disampaikan materi analisa usaha tani mengenai pemanfaatan lahan cengkih dengan penanaman tanaman lain secara tumpang sari.

Di antaranya yaitu jagung, porang, kunir, rosela dan lain-lain. Selain itu, dijelaskan pula mengenai pemanfaatan daun kering atau daun cengkih yang telah gugur untuk dijual sehingga dapat meningkatkan nilai pendapatan para petani cengkih tersebut.

Tanaman cengkih dikenal sebagai rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Hasil utama cengkih adalah bunganya yang dipanen saat kelopak bunganya belum mekar.

Total luas lahan perkebunan cengkeh di Kabupaten Kediri yaitu 1.885 Ha. Beberapa varietas unggul dari tanaman cengkih yaitu cengkih si putih, sikotok dan zanzibar. Varietas zanzibar merupakan varietas yang paling banyak ditanam di wilayah Kediri karena lebih tahan terhadap OPT (Penggerek batang dan BPKC) kemudian produktivitas tinggi. “Tanaman cengkih banyak ditemukan di lereng Gunung Wilis, Anjasmara, dan Kelud,” terang Bambang Mujiono, kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri.

Sentra tanaman cengkih terletak di Desa Jugo dan Desa Petungroto Kecamatan Mojo; Desa Sempu Kecamatan Ngancar; serta Desa Medowo dan Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan. Potensi tanaman cengkih yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkih yang telah gugur. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga adalah minyak cengkih, eugenol dari minyak cengkih dan senyawa turunan dari eugenol.

Pada materi cara pembuatan pestisida nabati, petani diajarkan tata cara pembuatan pestisida nabati dari bahan-bahan alami sepeti sereh wangi, daun cengkeh, lengkuas dan eugenol yang dihaluskan. Dari kegiatan tersebut, diharapkan para petani dapat memproduksi pestisida sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya yang relatif tinggi.

Kemandirian petani dalam memproduksi pestisida nabati tidak hanya menguntungkan secara pribadi pada tanaman yang dibudidayakan. Melainkan juga ke arah finansial apabila petani-petani tersebut mampu memproduksi dalam jumlah banyak untuk dijual di pasaran. Selain budidaya tanaman, petani juga dapat memproduksi bibit sendiri untuk kemudian dijual sehingga dapat memperbesar nilai pendapatan.

Pembibitan yang disarankan oleh Dispertabun tidak hanya berfokus pada tanaman cengkih, melainkan juga pada komoditi unggulan yang memiliki potensi besar di daerah tersebut di antaranya tanaman durian dan alpukat.

Dalam pelatihan ini, Dispertabun memfasilitasi petani untuk belajar teknik perbanyakan tanaman alpukat dan durian dengan cara stek dan okulasi selain diajarkan perbanyakan tanaman secara vegetatif, para petani juga diberi mater mengenai perbanyakan tanaman cengkih secara generatif menggunakan biji.

Berdasarkan hal-hal yang telah diberikan baik berupa materi maupun praktik, diharapkan para petani cengkih dapat mengusahakan budidaya tanaman cengkihnya secara optimal serta dapat menerapkan hal-hal yang telah disampaikan sehingga tujuan akhir dari kegiatan ini dapat terealisasikan yaitu untuk meningkatkan nilai pendapatan atau taraf perekonomian dari para petani cengkih.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia