Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Bawang Merah Turun karena Petani Panen Raya

12 September 2019, 17: 23: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang merah kediri

PANEN RAYA: Petani memanen bawang merah dari sawahnya. Sejak panen raya, harga bawang merah di Kota Kediri terus turun. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Memasuki panen raya, stok bawang merah di pasar Kota Kediri masih banyak. Hal ini menyebabkan harganya mulai turun. Dari semula Rp 20 ribu–Rp 22 ribu per kilogram (kg) minggu lalu, kemarin, harganya menjadi Rp 15 ribu–Rp 18 ribu per kg.

Konsumen tampaknya juga tak banyak membeli. Pasalnya, persediaan di rumah masih memadai. Karena jumlah pembeli tetap, sementara stok menumpuk akibat panen, harga bawang merah di pasaran pun turun.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri Yetty Sisworini mengakui, pada akhir Agustus hingga September ini, para petani bawang merah di Kediri dan sekitarnya memang sedang panen.

“Tidak hanya di Kediri, Nganjuk, Blitar, hingga di Jawa Tengah sekarang sedang panen raya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia menjelaskan bahwa saat panen raya stok bawang merah menjadi banyak. Dengan banyaknya stok, petani pun menjual komoditasnya cenderung lebih murah.

Selain itu, lanjut Yetty, biasanya saat panen raya, bawang merah mengalami perubahan harga. Berubahnya, lebih banyak menurun. “Untuk menghabiskan stok,” imbuhnya.

Menjelang musim hujan, menurut Yetty, para petani biasanya tidak menanam banyak bawang merah seperti sebelum panen raya. Itu karena mengerti bahwa saat hujan, bawang merah agak sulit untuk ditumbuhkan. Selain itu, pada musim yang lembab, bawang merah cepat busuk.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yetty mengatakan, belum tentu harga bawang merah saat musim hujan harganya menjadi naik. Namun, yang pasti stok tidak akan sebanyak saat panen raya.

“Nanti akan dilakukan sidak (inspeksi mendadak). Itu untuk mengecek harga dan stok di pasar, secepatnya,” tukas Yetty.

Dia menambahkan, perubahan harga bawang merah di pasaran memang sering terjadi saat panen raya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan harga yang mendadak.

Di tempat lain, Romi, 31, penjual bawang merah di Pasar Setonobetek, mengatakan, memang terdapat perubahan harga atas komoditas bawang merah. Meski tidak banyak, namun, harga bawang merah dapat dipastikan berubah dalam waktu dua minggu terakhir ini.

“Naik turun, Mas, tapi nggak nentu, satu minggu terakhir kalau tidak salah turun lagi,” imbuhnya.

Menurut Romi, perubahan harga bawang merah karena sudah memasuki musim panen raya. Pasokan bawang merah dari petani banyak yang sudah dikirimkan ke Pasar Grosir Ngronggo.

Kini harga bawang merah di pasaran dijual dengan kisaran harga Rp 15 ribu- Rp 18 ribu per kilogramnya. Perbedaan harga jual juga tergantung dari para penjualnya sendiri. Kebanyakan menyesuaikan dengan harga beli para penjual ini dari pengepul, atau dari petaninya langsung.

Dengan harga seperti itu, dirasa sudah dalam harga wajar. Namun, tetap saja, pembelian tidak mengalami peningkatan. Romi menjelaskan bahwa permintaan pelanggan di pasar terhadap bawang merah sedikit mengalami penurunan ketika bulan Sura. Namun, tetap saja ada pembeli yang mencari salah satu komoditas utama dalam masakan ini. “Naik turun harga, yang beli tetap bakal ada terus, Mas,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia