Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tidur Pulas, Rumah Ludes Terbakar

Sehari, Si Jago Merah Mengamuk di Dua Lokasi

12 September 2019, 11: 57: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

TAK TERSISA: Samsiadi mengambil beberapa barang dari puing-puing rumahnya yang terbakar. Sejak kemarin dia harus mengungsi di rumah anaknya karena tempat tinggalnya rata dengan tanah. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk-Samsiadi, 70, harus mengungsi di rumah anaknya. Pasalnya, rumah pria tua asal Desa Nglundo, Sukomoro hangus dilalap api sekitar pukul 12.30, kemarin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, saat rumah berukuran 7x8 meter itu dilalap si jago merah, sang pemilik rumah tengah tidur di rumah anaknya. Jarak rumah kakek empat cucu ini dengan rumah anaknya hanya sekitar dua meter. “Saya sedang tidur siang,” ujar Samsiadi ditemui koran ini kemarin.

Bunyi retakan papan dan letupan api pula yang membangunkan Samsiadi. Seketika itu dia langsung keluar rumah. Betapa terkejutnya, dia melihat api di belakang rumah anaknya sudah membesar.

 Pria yang bekerja sebagai petani itu pun langsung berteriak meminta tolong. Warga yang mayoritas sedang beristirahat itu berusaha menolong. Mereka menggunakan peralatan seadanya untuk mengambil air dan memadamkan api.

Mulai membawa ember, timba dan selang. Ada pula yang berusaha memadamkan api dengan pasir. “Cuacanya sangat panas, anginnya juga kencang,” terang bapak dua anak ini.

          Khawatir api merembet ke rumah lainnya, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar). Selang sepuluh menit kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. “Untungnya pemadam kebakaran cepat datang kalau tidak apinya bisa merembet ke rumah anak saya,” tutur Samsiadi.

          Meski api berhasil dipadamkan selang 30 menit kemudian, rumah Samsiadi tak bisa diselamatkan. Rumah dari kayu itu habis terbakar. Samsiadi menduga api cepat membesar karena di dalam rumah ada bahan bakar minyak untuk mesin diselnya. Ada pula tabung gas yang dipastikan memperbesar bara api. “Dua disel untuk pertanian ikut terbakar,” sesal pria yang sejak kemarin harus menumpang tidur di rumah anaknya bersama Suratun, 65, sang istri.

          Ditanya tentang penyebab kebakaran, Samsiadi menduga terjadi korsleting dari meteran listrik yang baru dipasang. “Beberapa hari lalu saya sempat lihat ada percikan api dari meteran listrik,” tandasnya sembari menyebut dirinya tak melapor ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena tak curiga. 

Terpisah, Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Wisoko juga menduga percikan api dari meteran listrik yang jadi penyebab kebakaran. “Dugaan sementara kejadian ini disebabkan karena korsleting listrik,” terang Gendut.

Untuk diketahui, kebakaran juga terjadi di Desa Sumberwindu, Berbek. Sekitar pukul 11.15 kemarin, rumah milik Suroso, 61, warga setempat juga hangus dilalap api.

Petugas UPTD Damkar Nganjuk Sutikno mengungkapkan, rumah Suroso itu sudah lama kosong alias tidak ditempati. Diduga, api berasal dari pembakaran sampah yang ada di belakang rumah. “Diduga tersulut dari sana,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia