Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi DPO, Tohir Dijemput Polres Ponorogo

Korban Kecelakaan Positif Konsumsi Narkoba

12 September 2019, 11: 41: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Mobil

ATENSI: Tim Polda Jatim dan Satlantas Polres Nganjuk mengecek kondisi mobil Toyota Innova yang ringsek akibat kecelakaan maut Senin (9/9) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tohir Rohjana, 22, berhasil selamat dari kecelakaan maut yang menimpanya Senin (9/9) lalu. Tetapi, pemuda asal Desa Subokastowo, Tambakbayan, Ponorogo itu tak bisa selamat dari jeruji besi. Pasalnya, Senin sore lalu dia langsung dibawa ke Polres Ponorogo terkait kasus peredaran dobel L yang menjeratnya. 

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta yang dikonfirmasi koran ini menjelaskan, Tohir langsung dibawa anggota satreskoba Polres Ponorogo usai dimintai keterangan petugas satlantas. “Langsung ditangani Polres Ponorogo,” ujarnya.

Perwira yang sebelumnya bertugas di Polda Jatim ini mengapresiasi kekompakan semua stakeholder untuk menguak misteri kecelakaan maut di jalur nasional Surabaya-Solo, Senin lalu. Dari hasil koordinasi dengan jajaran di Bumi Reog itu pula, identitas para korban bisa diketahui.

Jika sebelumnya hanya Panji Wisnu, 21, sopir mobil Innova asal Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo, dan identitas Tohir yang diketahui, dua korban tewas lainnya juga bisa dipastikan. Yaitu, Amalia Hesti Nugraheni (Lia), 17, asal Desa Tumpakpelem, Sawoo, Ponorogo. Serta, Rizki Viko Abdilah, 22, warga Desa Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo. “Semua identitas sudah diketahui,” lanjut Hegy tentang penumpang mobil bernopol AE 567 SC tersebut.

Terpisah, Kasatreskoba Polres Ponorogo Iptu Eko Murbiyanto yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus Tohir mengatakan, pihaknya langsung datang ke Kota Angin setelah mendapat informasi kecelakaan hebat Senin lalu. Mereka mengamankan Tohir yang merupakan residivis kasus narkoba tersebut.

Lebih jauh Eko menjelaskan, selama seminggu terakhir anggotanya terus mengintai Tohir. Sebab, dia merupakan buron atas kasus kepemilikan pil LL.  “Begitu ada informasi tersangka terlibat lakalantas di Nganjuk, langsung diamankan disana,” terangnya.

Ditanya peran Tohir, Eko memastikan jika dia merupakan pengedar. Dalam penggeledahan di rumah kosnya pada Senin malam lalu, polisi mendapati 150 dobel L dan 30 ponsel.

Dari penyidikan Satreskoba Polres Ponorogo juga diketahui jika para korban kecelakaan dipastikan mengonsumsi miras dan dobel L sebelum melakukan perjalanan. “Semua dalam pengaruh alkohol. Tohir juga terbukti positif menggunakan dobel L,” tegas Eko.

Untuk diketahui, keterlibatan Tohir dalam kasus dobel L bukan kali pertama. Dia baru menghirup udara bebas pada 17 Agustus lalu. Sebelumnya, dia dipenjara 9 bulan atas kasus peredaran obat keras tersebut.

Belum sampai satu bulan bebas, Tohir kembali dijerat dengan pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara,” pungkas Eko.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia