Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Unjuk Rasa, Mahasiswa Tolak Tiga Bakal Calon Rektor UNP Kediri

Lima Doktor Ikuti Seleksi Pemilihan

10 September 2019, 17: 53: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

unjuk rasa unp kediri

BENTANG SPANDUK: Mahasiswa UNP menggelar aksi menentang masuknya beberapa nama bakal calon rektor yang kemarin menggelar pemaparan visi dan misi. (BEMU UNP for radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Unjuk rasa mahasiswa mewarnai proses pemilihan rektor Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri periode 2019-2023, kemarin (9/9). Mereka menolak tiga dari lima orang bakal calon (balon) rektor yang mengikuti seleksi. Alasannya tiga orang tersebut punya rapor merah. Khususnya terkait kasus penonaktifan kampus yang terjadi pada 2015 silam.

Para mahasiswa itu menggelar aksinya di halaman kampus, di Jalan Ahmad Dahlan. Sekitar pukul 11.00 WIB 50-an mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa UNP (BEMU) membentangkan sejumlah poster bernada protes. Salah satu poster itu bertuliskan ‘Menolak Lupa 2015)’.

Para mahasiswa itu sengaja menggelar aksi karena kemarin bersamaan waktunya dengan proses penyampaian visi misi balon rektor. Acara penyampaian visi misi-nya itu sendiri berlangsung di ruang pertemuan A5 lantai 2. Unjuk rasa itu hanya berlangsung sekitar 30 menit. Setelah melakukan beberapa orasi mereka akhirnya membubarkan diri.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Ahmad Amirul Mukminin mengatakan, dari lima balon, mahasiswa menolak tiga orang. Mereka adalah  S, I, dan A. “Kami tidak mau menyebut nama terang. Nanti dikira membela salah satu calon,” dalih Amir saat diwawancarai Jawa Pos Radar Kediri.

Namun, tiga inisial yang disebut mahasiswa itu mudah ditelusuri. Berdasarkan penelusuran koran inim tiga inisial itu merujuk pada nama Dr Samari, dosen program studi (prodi) Pendidikan Ekonomi (PE) sekaligus rektor UNP Kediri 2007-2015; Dr Ichsanudin, dosen prodi PE; dan Dr M. Anas, kepala Prodi PE.

Sedangkan dua balon lainnya adalah Dr Atrup, kepala Prodi Pascasarjana Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (penjaskesrek), dan Dr Zainal Afandi, wakil rektor (warek) I.

Penolakan itu menurut Amin bukan tanpa alasan. Dia menyebut, tiga balon tersebut memiliki rapor merah dalam kasus penonaktifan UNP PGRI Kediri pada 2015 oleh Kemeterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). “Mereka pernah punya masalah dalam kasus kampus (penonaktifan),” ungkap mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) ini.

Karena catatan hitam itu, Amir mengungkapkan, BEMU sudah menyurati Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Kediri. “Kami harap, mereka (tiga orang) didiskualifikasi. Kalau diloloskan, mahasiswa akan berdemo lagi,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Ketua YPLP PGRI Kediri Dr Yuli Sulaksono mengatakan, pemilihan rektor UNP melalui proses seleksi secara bertahap. Diawali dari verifikasi berkas pada 21 Juli lalu sampai tahapan penyampaian visi misi kemarin.”Semua sudah melalui prosedur,” katanya.

Dia mengungkapkan, ada lima orang yang mendaftar menjadi balon. Kelimanya sudah dinyatakan lolos verifikasi.

Lalu bagaimana soal rapor merah seperti yang dituduhkan mahasiswa? Mengenai hal itu, yayasan menganggap persoalan masa lalu dianggap klir. “Setelah ada kasus, kami sudah lakukan rotasi manajemen. Jadi kami anggap sudah selesai,” ujarnya.

Karena itu, semua dosen di UNP berhak mendaftarkan diri sebagai rektor. Termasuk Samari yang menjadi rektor saat kasus empat tahun lalu itu mencuat. “Pak Samari sudah mengajar seperti biasa. Kinerjanya juga baik. Jadi kami tidak bisa menghakimi,” ungkapnya.

Yuli menegaskan, yayasan berdiri pada posisi netral. Pihaknya tidak memihak salah satu balon. “Jadi belum tentu juga (Pak Samari) terpilih lagi. Sekarang semua punya peluang sama. Tinggal nanti menunggu penilaian,” ujar Yuli.

Dia melanjutkan, hasil penyampaian visi misi di depan senat UNP kemarin akan diserahkan kepada yayasan sebagan bentuk rekomendasi. Pihaknya memberikan batas waktu sampai 15 September. Dari lima balon kemudian mengerucut menjadi tiga nama. “Dari balon menjadi calon (rektor),” ungkapnya.

Setelah itu, yayasan akan melakukan interview kepada tiga calon pada 19 September. Dua hari kemudian, pihaknya akan menyampaikan hasilnya ke pengurus PGRI Jawa Timur. Terakhir, dari persetujuan pengurus Jatim, pembina yayasan Prof Sugiono akan menetapkan satu nama menjadi rektor baru pada Oktober nanti.

Sementara itu, Ketua Senat UNP Kediri Dr Sulistiono mengatakan, rekomendasi tiga nama akan disampaikan ke yayasan paling cepat hari ini. Soal tuntutan mahasiswa, senat tidak memiliki kewenangan untuk mendiskualifikasi. “Karena mereka sudah lolos verifikasi berkas dari yayasan,” kata rektor UNP Kediri ini. (

Bakal Calon Rektor UNP Kediri 2019-2023

 

Nama                                                Jabatan

Dr Ichsanudin                Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi

Dr Atrup                        Kaprodi Pascasarjana Penjaskesrek

Dr M. Anas                    Kaprodi Pendidikan Ekonomi

Dr Zainal Afandi            Wakil Rektor 1

Dr Samari                      Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi

 

 

 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia