Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ciduk Enam Anak Jalanan, Satpol PP Kediri Sita Miras

10 September 2019, 17: 09: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

razia anak jalanan

DIRAZIA: Anak jalanan yang mendapat pembinaan oleh Satpol PP Kota Kediri. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Satpol PP Kota Kediri kembali merazia anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di Kota Kediri. Kemarin, aparat penegak peraturan daerah (perda) itu menciduk enam remaja di perempatan Semampir. Dari tangan mereka, petugas juga menyita satu botol minuman keras (miras).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, razia dimulai sekitar pukul 09.45 WIB. Sebanyak 10 petugas satpol PP langsung meluncur ke perempatan Semampir, Kecamatan Kota. Pasalnya, dari pantauan closed circuit television (CCTv), ada enam anjal sedang mangkal di tempat itu.

Tiba di lokasi, aparat langsung menciduk enam remaja yang berada di tempat penitipan sepeda motor. Anak-anak itu tak memberi perlawanan saat ditangkap. Petugas pun membawanya ke markas komando (mako) Satpol PP di Jalan Veteran.

Kasi Penegak Produk Hukum Daerah (PPHD) Edy Santoso mengatakan, enam anjal tersebut berasal dari luar daerah. Tiga anak datang dari Kabupaten Kediri. Sedangkan masing-masing satu anjal dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Banyuwangi. “Tidak ada anak kota (Kediri),” ungkap Edi.

Menurut Edi, mereka melanggar peraturan daerah (perda) No 1/2016 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Selain mengamen di jalanan, keenam remaja tersebut juga didapati membawa miras. “Kami temukan satu botol ciu. Sepertinya baru saja diminum,” katanya.

Dari pemeriksaan, Edi mengungkapkan, sebenarnya mereka sempat menginap di Tulungagung pada Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9). Setelah itu, kemarin pagi, mereka baru tiba di Kota Kediri. “Jadi mereka berangkat dari Tulungagung,” ujar Edi.

Rencananya, di Kota Kediri, mereka akan menonton konser musik minggu depan. Sebenarnya, satpol tidak mempermasalahkan rencana tersebut. Tetapi karena berkeliaran di Kota Kediri dengan mengamen, mereka dianggap melanggar perda.

Apalagi dari pemeriksaan, kata Edi, mereka tidak membawa kartu tanda penduduk (KTP). Padahal, usia keenam remaja tersebut paling muda berumur 17 tahun. “Seharusnya sudah memiliki KTP. Tapi tidak ada satu pun yang mengantongi,” ujarnya.

Setelah diamankan, Edi mengatakan, satpol PP langsung melakukan pembinaan. Karena tidak beridentitas, satpol memulangkan enam anjal tersebut ke rumahnya masing-masing.

Untuk remaja asal Kabupaten Kediri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak perda setempat. “Untuk kabupaten lain, kami kirim melalui dinas sosial (dinsos),” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia