Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Frustrasi, Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Arif Pernah Gagal Ikut Tes Perangkat Desa

10 September 2019, 10: 32: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Laka

EVAKUASI: Polisi bersama petugas PT KAI mengambil potongan tubuh Arif Budi Santoso, 37, yang tercecer di sekitar rel KA Desa Bagorkulon, Bagor, dini hari kemarin. (Polsek Bagor for radarkediri.id)

Share this          

BAGOR, JP Radar Nganjuk-Arif Budi Santoso, 37, mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Pria asal Desa Bagorkulon, Bagor itu nekat menabrakkan diri ke kereta api pukul 03.24, kemarin. Perbuatan tersebut diduga dipicu rasa frustasi dan beban keluarga yang dialaminya.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Arif nekat menabrakkan diri ke KA Malabar jurusan Bandung-Surabaya yang melintas di lokasi dini hari kemarin. Potongan tubuhnya ditemukan di rel KA, KM 126+1, Desa Bagorkulon, Bagor.

Melihat lokasi penemuan mayat Arif yang sepi dan jauh dari keramaian, Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto menduga Arif sengaja menabrakkan diri ke kereta api. “Dilakukan (menabrakkan diri ke kereta api, Red) di tempat sepi, agar tidak diketahui orang lain,” ujar Tommi.

Lebih jauh Tommi mengungkapkan, sebelumnya polisi mendapat laporan tentang peristiwa tersebut dari petugas security kereta api (KA). Salah satu petugas PT KAI yang datang ke lokasi adalah Fastria Putra, 22, asal Desa Sumbersari, Saradan, Kabupaten Madiun. 

Kepada polisi, Fastria mengaku mendapat informasi dari petugas KA Malabar tentang adanya orang yang menabrakkan diri ke KA.  Dari sana, petugas PT KAI melakukan pengecekan ke lokasi.

Sebelum kejadian tabrakan, Arif diketahui berjalan di tengah rel KA. Melihat ada orang di rel, petugas KA sudah membunyikan bel. Tetapi, suara yang memekakkan telinga itu tak membuat Arif menepi.

Dia terus berjalan di tengah rel hingga tergilas KA. Hanya dalam hitungan detik, tubuh Arif terpotong menjadi beberapa bagian. Potongan tubuhnya ditemukan tercecer di sejumlah lokasi. “Saat di TKP, kami tidak menemukan identitasnya. Sempat dikira Mr X,” terang Tommi.

Identitas Arif baru diketahui setelah jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk divisum. Setelah dilakukan pengecekan, baru diketahui jika mayat tersebut adalah Arif, warga setempat.

Menurut keterangan keluarga, Arif diduga mengalami frustasi. Sebelumnya, Arif pernah mengikuti tes seleksi perangkat desa dan tak lulus. Tidak hanya itu, Arif diduga juga memiliki masalah keluarga. Beberapa pemicu itulah yang diduga membuatnya nekat menabrakkan diri ke kereta api. “Jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga,” tandas Tommi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia