Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Mobil Ringsek, Tiga Remaja Tewas

Sempat Membuat Video sebelum Kecelakaan Maut

10 September 2019, 10: 16: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Maut

RINGSEK: Polisi mengevakuasi tiga jenazah penumpang mobil Toyota Innova yang mengalami kecelakaan di Desa Selorejo, Bagor, kemarin pagi. (Satlantas Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

BAGOR, JP Radar Nganjuk- Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur nasional Surabaya-Solo. Sekitar pukul 09.00 kemarin, mobil Toyota Innova yang dikemudikan Panji Wisnu, 21, bertabrakan dengan bus Mira, di Desa Selorejo, Bagor. Akibat peristiwa nahas itu, sopir dan dua penumpang mobil meninggal di tempat kejadian.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, mobil Toyota Innova bernopol AE 567 SC itu melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di Desa Selorejo, Bagor, mobil yang dikemudikan oleh pemuda asal Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo itu diduga keluar jalur.

Nahas. Di saat bersamaan, dari arah timur menuju ke barat melaju bus Mira bernopol S 7190 US. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Braaaaak! Bodi depan kanan bus Mira yang dikemudikan oleh Tri Sumaryanto, 53, asal Desa Jambewangi, Secang, Magelang itu membentur bodi depan dan samping kanan mobil berwarna silver itu. “Mobil Innova ringsek. Rusak parah,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta.

Pantauan koran ini, mobil berisi empat penumpang itu memang rusak parah. Tidak hanya bodi depannya yang ringsek. Kap atau bagian atap mobil tersingkap. Bodi bagian kanan juga terlepas akibat benturan yang sangat keras.

Saking kerasnya benturan, kursi tempat duduk Panji di belakang kemudi, bergeser ke belakang. Berhimpitan dengan kursi penumpang di bagian tengah. Adapun seorang penumpang perempuan terlempar keluar setelah bodi kanan terlepas.

Tak hanya merusak mobil, benturan kemarin pagi juga membuat tiga penumpang langsung meninggal di tempat kejadian. Selain Panji, satu remaja perempuan dan laki-laki yang duduk di bangku tengah juga tewas. Ketiganya mengalami luka parah di bagian kepala. “Identitas Mr X dan Ms X belum diketahui. Kami tidak menemukan kartu identitas apapun pada korban,” lanjut Hegy.

Adapun Tohir Rohjana, 22, satu-satunya penumpang yang selamat, hanya mengalami luka ringan. Pemuda asal Desa Subokastowo, Kecamatan Tambakbayan, Ponorogo, yang ada di kursi depan sebelah kiri itu mengalami luka robek pada kepala bagian kiri belakang.

Setelah dirawat di RS Bhayangkara kemarin, luka sepanjang lima sentimeter itu langsung dijahit.  Demikian juga dengan Tri Sumaryanto, sopir bus yang mengalami luka ringan. “Sekarang keduanya sedang kami amankan. Kami akan memintai keterangan langsung,” terang Hegy sembari menyebut keduanya masih syok.

Sementara itu, kecelakaan maut yang terjadi di jalur nasional kemarin langsung viral. Dari unggahan teman korban di media sosial (medsos) diketahui jika sesaat sebelum kecelakaan, empat pemuda itu baru saja membuat video.

Dalam video berdurasi 19 detik yang banyak dibagikan di medsos itu, gadis yang disebut-sebut bernama Lia, asal Ponorogo, terlihat tengah memakai pelembab di wajah dengan berkaca pada spion di dalam mobil. Sembari tersenyum ceria, Lia terlihat meratakan alas bedak di wajahnya.

Di saat yang sama, seorang pemuda berkaus biru yang memegang kemudi, terlihat berbincang dengan temannya. “Bar iki nggaweo cerita Nji, engko, lek aku nabrak-nabrak (setelah ini bikinkan cerita, nanti, kalau aku nabrak-nabrak, Red),” ujarnya.

Tak paham dengan perkataan temannya, Panji yang terlihat tengah rebahan di jok belakang hanya menyahut, “Apa?”. Adapun dua remaja lainnya hanya menyahut kelakar pemuda berkaus merah itu dengan tertawa. Rupanya, kelakar dari pria berkaus biru yang belum diketahui identitasnya itu benar-benar menjadi kenyataan.

Sebab, beberapa saat kemudian mereka benar-benar mengalami kecelakaan. Bedanya, saat kecelakaan maut itu dia tidak lagi berada di kursi kemudi. Melainkan digantikan oleh Panji yang mendapat giliran menyetir.    

Untuk diketahui, kecelakaan maut kemarin pagi membuat ratusan warga memadati tempat kejadian. Nur Rokim, 35, pemilik toko bangunan yang tak jauh dari lokasi tabrakan maut mengatakan, saat benturan keras terjadi, dirinya tengah berada di belakang. “Saya ke depan, kondisinya sudah tidak karu-karuan,” ujarnya sembari menyebut sempat mendengar suara letusan ban.

Konsentrasi warga di lokasi kejadian terus terjadi hingga polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pun, saat korps baju cokelat mengevakuasi dua kendaraan nahas tersebut. Mereka terus menyemut hingga membuat arus lalu lintas di sana terhambat selama beberapa jam.

Kecelakaan Maut di Jalur Nasional:

-Sekitar pukul 09.00 mobil Toyota Innova AE 567 SC yang dikemudikan Panji Wisnu, 21, melaju di Jl Surabaya-Solo, Desa Selorejo, Bagor

-Mobil berisi empat penumpang yang melaju dengan kecepatan tinggi itu mendadak oleng dan keluar jalur

-Di saat bersamaan dari arah timur melaju bus Mira bernopol S 7190 US

-Tabrakan pun tak terhindarkan, mobil Toyota Innova ringsek dan bus rusak di bagian bodi depan kanan

-Tiga penumpang mobil Toyota Innova meninggal di lokasi kejadian

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia